TAK ADA sesiapa pun yang benar-benar “membuat” kita menjadi sesuatu. Manusia boleh memberi jalan, membuka pintu, bahkan mendorong. Tetapi pada akhirnya, yang menentukan arah takdir adalah kehendak Yang Maha Mengatur.
Qulillahumma malikal-mulk, tu’til-mulka man tasya’, wa tanzi’ul-mulka mimman tasya’… Katakanlah: Wahai Pemilik segala kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut dari siapa yang Engkau kehendaki….. (QS. ‘Ali Imran: 26).
Di sanalah letak kesadaran yang sering kita lupa. Kita terlalu sibuk menisbatkan keberhasilan pada manusia, pada relasi, pada jabatan, pada kekuatan yang tampak. Padahal, semua itu hanya perantara yang rapuh. Hari ini ada, esok bisa hilang tanpa sisa.
Betapa banyak orang yang merasa dirinya “dibesarkan” oleh seseorang, lalu lupa bahwa yang membesarkan itu pun berada dalam genggaman kuasa yang sama. Dan betapa banyak pula yang merasa jatuh karena orang lain. Padahal, yang sesungguhnya terjadi, adalah pergeseran skenario dari Tuhan yang lebih tahu ke mana kita harus dibawa.
Hidup ini bukan tentang siapa yang mengangkat kita, melainkan tentang siapa yang mengizinkan kita naik. Bukan tentang siapa yang menjatuhkan, tetapi siapa yang sedang mengajarkan kita arti pijakan.
Jika hari ini kita berada di tempat yang baik, jangan terlalu cepat berterima kasih kepada manusia hingga melupakan langit. Dan jika hari ini kita berada di titik yang rendah, jangan terlalu sibuk menyalahkan manusia hingga lupa, bahwa mungkin itu cara Tuhan menyelamatkan kita dari sesuatu yang lebih buruk.
Pada akhirnya, semua kembali ke satu titik: bahwa kita ini hanyalah hamba, berjalan di atas takdir yang telah ditulis dengan penuh kebijaksanaan.
Maka tenanglah. Tidak perlu terlalu tinggi berharap pada manusia, dan tidak perlu terlalu dalam kecewa karena manusia. Tak perlu menepuk dada atas keberhasilan seseorang. Tak ada sesiapa yang dapat menjadikan siapa menjadi apa. Karena yang benar-benar “menjadikan” kita… hanyalah Dia, Allah Azza Wajalla. (*)
Wallahu A’lam


Tinggalkan Balasan