SIGI, KAIDAH.ID – Anggota MPR/DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Muhidin M. Said, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Jumat, 01 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti warga dari sejumlah desa, di antaranya Bulubete, Bangga, Baluase, Pulu, Balongga, serta Desa Walatana sebagai tuan rumah.
Sosialisasi dilaksanakan dalam dua kelompok dengan masing-masing 120 peserta, sehingga total peserta mencapai 240 orang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sigi Mohammad Risal Intjenae, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Henri Kusuma Muhidin, Anggota DPRD Sigi Jafar Lukman, Camat Dolo Selatan, tokoh agama Habib Alwi, serta Kepala Desa Walatana, Ny. Rehan.
Mengawali kegiatan, Muhidin M. Said mencairkan suasana dengan memberikan kuis seputar Empat Pilar kepada peserta. Warga yang mampu menjawab dengan tepat langsung diberikan hadiah, sehingga suasana berlangsung meriah dan penuh keakraban.
Dalam pemaparannya, Muhidin menjelaskan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menegaskan, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila mengajarkan kita hidup rukun, saling menghargai, bermusyawarah, dan memperjuangkan keadilan sosial. Nilai-nilai ini harus hidup di tengah masyarakat, terutama di desa-desa,” tuturnya.
Pembicara pendamping, As’ad Syukur, menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan latar belakang sosial harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama warga, yang membahas berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan infrastruktur di desa. Warga berharap politisi senior Partai Golkar itu dapat memperjuangkan kebutuhan tersebut melalui jalur DPR RI.
Menanggapi hal itu, Muhidin menjelaskan, kebutuhan infrastruktur di daerah telah dipetakan oleh pemerintah pusat melalui balai terkait. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah program yang tertunda akibat keterbatasan anggaran.
“Banyak kebutuhan infrastruktur di desa-desa ini sudah masuk dalam pemetaan. Pemerintah pusat juga sudah mengetahui. Hanya saja, tidak semua bisa langsung dikerjakan karena kemampuan anggaran negara terbatas,” jelasnya.
Selain itu, Muhidin juga menyinggung kebijakan pemerintah terkait barang bersubsidi, seperti BBM. Ia menyampaikan, pemerintah telah menambah subsidi sehingga harga dipastikan tidak akan naik, setidaknya hingga Desember tahun ini.
Ia berharap, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar, tidak hanya menjadi forum penyampaian materi kebangsaan, tetapi juga ruang silaturahmi, dialog, dan penyerapan aspirasi masyarakat.
“Empat Pilar harus menjadi perekat persatuan. Tetapi sebagai wakil rakyat, saya juga berkewajiban mendengar aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan pembangunan di desa-desa,” tutupnya. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan