DONGGALA, KAIDAH.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny Lamadjido, bergerak cepat meninjau langsung lokasi Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, usai rapat terbatas yang dipimpin Gubernur Sulteng terkait kelanjutan program pangan strategis tersebut pada Jumat, 08 Mei 2026.
Kunjungan yang dilakukan pada Ahad, 10 Mei 2026 itu dilakukan, untuk memastikan kondisi objektif kawasan KPN, yang sebelumnya telah diputuskan pemerintah provinsi untuk kembali dilanjutkan pengembangannya.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Kepala Bappeda Sulteng, sejumlah staf Dinas Tanaman Pangan, Camat Dampelas, aparat desa, serta mantan Tenaga Ahli Gubernur, M. Ridha Saleh.
Di lokasi, Wagub Reny Lamadjido melihat langsung sejumlah area proyek KPN, mulai dari Blok 1 seluas 20 hektare hingga Blok 2 seluas 180 hektare yang telah dilakukan land clearing, dan sebagian sudah dimanfaatkan masyarakat untuk menanam tanaman hortikultura maupun perkebunan.
“KPN ini sangat luar biasa. Lahannya subur dan tanaman yang ditanam masyarakat juga tumbuh dengan baik. Sangat sayang kalau tidak dikelola secara maksimal,” nilai Wagub di sela kunjungan.
Menurutnya, kawasan tersebut perlu memiliki road map pembangunan yang jelas, serta ekosistem pertanian dan perkebunan yang terintegrasi. Apalagi wilayah KPN Talaga dinilai memiliki potensi besar, karena berdampingan dengan kawasan wisata danau dan laut, serta didukung infrastruktur yang sudah cukup memadai.
Namun demikian, Wagub Reny Lamadjido menilai, pengelolaan kawasan hingga saat ini belum berjalan optimal.
“Saya datang untuk memastikan kondisi objektif dan terkini KPN. Pak Gubernur meminta agar dilakukan pengecekan langsung di lapangan, apalagi sebelumnya beliau telah mendengar penjelasan umum dari Pak Ridha Saleh dan memutuskan program ini dilanjutkan,” katanya.
Dia mengatakan, sebagai tindak lanjut, Gubernur Sulteng telah memerintahkan pembentukan tim percepatan pembangunan KPN, serta tim mitigasi sosial dan lingkungan yang nantinya bekerja langsung di lapangan.
Sementara itu, M. Ridha Saleh menjelaskan bahwa kawasan KPN sebelumnya, pernah dikelola melalui pola kemitraan antara TNI dan petani dalam program manunggal TNI dan petani.
“Kalau tidak salah, dulu sudah pernah empat kali panen jagung di kawasan ini. Selain jagung juga ditanam berbagai komoditas seperti kacang, cabai dan lainnya. Namun sekarang programnya berhenti,” ungkap Ridha.
Ia menambahkan, hingga saat ini masih ada masyarakat yang memanfaatkan lahan KPN untuk bertani, meski belum maksimal.
“Wakil gubernur sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan juga mendengar sendiri bagaimana respons masyarakat yang menyambut baik rencana kelanjutan program ini,” tandasnya. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan