PALU, KAIDAH.ID – Tenaga Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, M. Ridha Saleh, mengungkapkan, seluruh perizinan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), telah rampung dan siap memasuki tahap pengembangan lebih lanjut.

Menurutnya, kesiapan tersebut juga didukung oleh infrastruktur dasar yang telah tersedia, seperti akses jalan dan sumber air yang memadai di kawasan tersebut.

“Lahan yang sudah dilakukan land clearing mencapai sekitar 200 hektare. Namun, pengelolaannya belum maksimal. Meski demikian, para petani di sekitar kawasan tetap beraktivitas,” jelas Ridha.

Ia menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa potensi KPN Talaga tetap hidup, meskipun belum dikelola secara optimal.

Dengan perizinan yang telah lengkap dan dukungan infrastruktur yang tersedia, kawasan ini dinilai memiliki peluang besar, untuk segera dikembangkan sebagai pusat pangan terintegrasi di Sulteng.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, memastikan pembangunan kembali Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga akan segera dilanjutkan. Kepastian tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas terkait KPN di ruang kerjanya, Jumat, 08 Mei 2026.

Rapat tersebut digelar untuk mendengarkan perkembangan terakhir, serta merumuskan langkah strategis untuk menindaklanjuti keberlanjutan KPN Talaga.

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Anwar hafid dan dihadiri Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Sekretaris Provinsi, Kepala Inspektorat, Kepala BRIDA, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bappeda, serta M. Ridha Saleh yang diundang secara khusus, untuk memberikan penjelasan terkait kondisi dan prospek KPN.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan, sektor pangan merupakan isu strategis, sekaligus program prioritas nasional. Ia berharap pembangunan kembali Kawasan Pangan Nusantara Talaga, dapat memperkuat kemandirian pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong tumbuhnya industrialisasi di wilayah pedesaan.

“Kita ingin KPN Talaga menjadi penggerak utama ekonomi berbasis pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Gubernur. (*)

(Ruslan Sangadji)