JAKARTA, KAIDAH.ID – Provinsi Sulawesi Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Indonesia. Data itu berdasarkan pemantauan 24 jam terakhir melalui sistem SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Data yang diakses pada Senin, 18 Mei 2036 pukul 11.43 WIB itu, mencatat terdapat 12 titik panas terdeteksi di Sulawesi Tengah. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional, dari total 61 hotspot yang terpantau di berbagai daerah di Indonesia.
Mengutip Databoks, posisi kedua ditempati Maluku Utara dengan 10 titik panas, disusul Jawa Tengah yang juga mencatat 10 titik panas.
Selain itu, Sulawesi Selatan terdeteksi memiliki 6 titik panas, kemudian Sumatera Selatan sebanyak 5 titik panas. Sementara Jawa Timur dan Aceh masing-masing tercatat memiliki 4 dan 3 titik panas.
Pemantauan tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA melalui sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi KLHK.
Dari total 61 hotspot yang terdeteksi, terdapat 1 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, 58 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 2 titik tingkat kepercayaan rendah.
KLHK membagi tingkat kepercayaan hotspot ke dalam tiga kategori, yakni skala rendah dengan rentang nilai 0-29, skala sedang 30-79, dan skala tinggi 80-100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, maka semakin besar kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Hotspot sendiri merupakan titik koordinat pada suatu wilayah, yang memiliki suhu permukaan lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya. Namun demikian, titik panas bukan berarti menunjukkan jumlah pasti kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Meski begitu, kemunculan hotspot dalam jumlah banyak dan bergerombol di suatu wilayah, dapat menjadi indikasi adanya potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga pemantauan melalui satelit penginderaan jauh dinilai masih menjadi metode paling efektif untuk memantau kawasan luas. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan