MOROWALI, KAIDAH.ID – Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, menjadi kampus dengan jumlah peserta terbanyak dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional 2026, yang digelar PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Hingga 19 Mei 2026, Universitas Hasanuddin tercatat mengirimkan 11 tim, untuk mengikuti kompetisi ilmiah dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 di IMIP tersebut.
Di posisi berikutnya, Universitas Tadulako (Untad) Palu, mengirim enam tim. Sementara Universitas Halu Oleo, Kendari, dan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, masing-masing mengirim lima tim, disusul Politeknik Negeri Padang dengan mengikutkan empat tim.
Selain itu, sejumlah kampus ternama lain juga ikut ambil bagian, seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, IPB University, Universitas Brawijaya, dan Universitas Andalas.
Secara keseluruhan, lebih dari 85 tim dari 39 universitas di Indonesia telah mendaftar pada LKTI berskala nasional tersebut. Hingga saat ini, lebih dari 24 karya tulis ilmiah telah diterima panitia.
TEMA LKTI
Head of Department Environment PT IMIP, Yundi Sobur mengatakan, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan inovatif terkait isu lingkungan di kawasan industri.
“Melalui LKTI ini kita bisa banyak menghimpun ide-ide segar dari peserta terhadap isu-isu masalah lingkungan,” ujar Yundi, Rabu, 20 Mei 2026.
Tema karya ilmiah yang dilombakan mencakup strategi penurunan emisi industri smelter nikel, pengelolaan dan pemilahan sampah, pemanfaatan limbah industri seperti slag nikel, fly ash dan bottom ash, hingga inovasi pengolahan limbah lemak atau grease trap menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Melihat tingginya antusiasme peserta, panitia memperpanjang masa pendaftaran hingga 27 Mei 2026.
Penanggung jawab LKTI IMIP 2026, Moh Dahry Kisman menjelaskan, berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini panitia akan memilih lima besar finalis.
Kelima tim terbaik nantinya akan diundang langsung ke kawasan IMIP di Morowali untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri.
“Seluruh biaya ditanggung panitia, mencakup tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, masing-masing tim terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembimbing. Seluruh finalis dan dosen pendamping juga akan memperoleh sertifikat penghargaan dari panitia. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan