PALU, KAIDAH.ID – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, langsung menginstruksikan penutupan jembatan III Palu. Ia juga meminta seluruh kepala dinas di jajaran Pemerintah Kota Palu, untuk melakukan pemantauan intensif pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah itu Selasa, 17 Juni 2026.
Instruksi tersebut disampaikan Hadianto sedang di dalam mobil dan berkomunikasi dengan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu. Rekaman percakapan itu kemudian beredar luas di sejumlah grup WhatsApp warga.
Dalam percakapan tersebut, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid meminta seluruh kepala dinas mengaktifkan kembali jaringan komunikasi melalui handy talky (HT) guna mempercepat pelaporan kondisi di lapangan.
“Saya minta semua kepala dinas aktifkan HT. Pantau seluruh wilayah, kondisi warga dan bangunan,” kata Hadianto.
Ia juga meminta laporan perkembangan situasi disampaikan secara berkala dan secepat mungkin, agar pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang diperlukan.
“Saya minta update per menit ya,” tegasnya kepada Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya laporan kerusakan bangunan dan infrastruktur akibat gempa yang berpusat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Sejumlah informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan adanya kerusakan pada beberapa bangunan pemerintah, fasilitas umum, rumah warga, hingga infrastruktur jalan. Jembatan III Palu juga sempat ditutup sementara untuk pemeriksaan setelah muncul laporan adanya retakan pada bagian sambungan jembatan.
Selain itu, akses jalan menuju Napu, Kabupaten Poso, dilaporkan mengalami kerusakan akibat retakan besar pada badan jalan. Sejumlah rumah sakit di Kota Palu juga mengevakuasi pasien keluar ruangan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kepanikan warga pascagempa turut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Palu. Banyak warga memilih mengisi penuh bahan bakar kendaraan mereka karena masih memiliki trauma terhadap bencana gempa dan tsunami Palu 2018.
Meski berbagai laporan kerusakan terus bermunculan, hingga berita ini diturunkan pemerintah daerah belum mengeluarkan data resmi mengenai jumlah korban maupun total dampak kerusakan akibat gempa.
Pemerintah Kota Palu saat ini masih melakukan pemantauan dan pendataan di seluruh wilayah untuk memastikan kondisi warga serta infrastruktur pascagempa. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan