TERNATE, KAIDAH.ID – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menetapkan transformasi kelembagaan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah Ternate sebagai program prioritas utama. Transformasi kelembagaan itu dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Auditorium IAIN Ternate, Sabtu-Ahad, 13-14 Juni 2026.

Raker IAIN Ternate dengan tema Kerja Bersama: Menuju UIN Sultan Baabullah Ternate, dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Arskal Salim, bersama jajaran pimpinan, dosen, dan sivitas akademika IAIN Ternate.

Dalam laporannya, Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, menegaskan bahwa masa kepemimpinan empat tahun, merupakan waktu yang relatif singkat untuk mewujudkan berbagai target pengembangan institusi. Karena itu, pihaknya menetapkan sejumlah program prioritas untuk periode 2026-2030.

“Transformasi kelembagaan menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate, merupakan program prioritas yang harus terus diperjuangkan. Ini bukan hanya menjadi harapan sivitas akademika IAIN Ternate, tetapi juga keinginan masyarakat dan pemerintah daerah di Maluku Utara,” kata Adnan.

Menurutnya, perjuangan alih bentuk tersebut merupakan kelanjutan dari ikhtiar para rektor IAIN Ternate pada periode-periode sebelumnya. Karena itu, ia berharap Kementerian Agama dapat memasukkan IAIN Ternate dalam skema prioritas alih bentuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri pada tahun 2026.

PERCEPATAN GURU BESAR DAN AKREDITASI UNGGUL

Selain transformasi kelembagaan, Doktor Adnan Mahmud juga menempatkan percepatan guru besar sebagai agenda strategis kampus.

Ia menilai, keberadaan guru besar menjadi salah satu indikator penting kemajuan perguruan tinggi, terutama dalam penguatan kualitas akademik dan pengembangan riset.

“Akselerasi guru besar menjadi kebutuhan mendesak. Sudah saatnya IAIN Ternate mendorong percepatan lahirnya profesor-profesor baru untuk memperkuat kualitas akademik kampus,” ujarnya.

Program prioritas lainnya adalah mendorong peningkatan akreditasi unggul, baik pada tingkat institusi maupun program studi.

Saat ini, IAIN Ternate telah memiliki empat program studi yang meraih akreditasi unggul dari total 23 program studi yang terdiri atas jenjang sarjana, magister, dan doktor.

Karena itu, Adnan meminta seluruh peserta rapat kerja merumuskan program dan kegiatan yang terukur, untuk mendukung pencapaian target tersebut.

“Rapat kerja ini harus menghasilkan program yang konkret dan terukur untuk mendukung transformasi kelembagaan, percepatan guru besar, dan peningkatan akreditasi unggul,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, M. Arskal Salim, dalam arahannya menyampaikan bahwa IAIN Ternate telah masuk dalam grand design pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam, yang disusun Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Menurut Arskal, semangat dan komitmen Rektor IAIN Ternate dalam memperjuangkan alih bentuk menjadi UIN sangat kuat.

SESDIRJEN PUJI REKTOR

“IAIN Ternate sudah masuk dalam grand design pengembangan kelembagaan. Saya melihat semangat Pak Rektor luar biasa untuk memperjuangkan alih bentuk menjadi UIN,” katanya.

Dengan nada bercanda, Arskal bahkan menyoroti intensitas komunikasi Rektor IAIN Ternate dengan Menteri Agama RI.

“Pak Rektor ini baru dilantik 10 Maret lalu, tetapi geraknya sangat cepat. Dalam waktu kurang dari satu bulan sudah dua kali bertemu Menteri Agama, bahkan pertemuannya di lapangan tenis. Ini luar biasa,” ujarnya yang disambut tawa peserta rapat.

Menurut Arskal, hal tersebut menunjukkan komitmen kuat pimpinan IAIN Ternate untuk mendorong pengembangan kampus menjadi universitas.

Rapat Kerja Tahun Anggaran 2027 IAIN Ternate berlangsung selama dua hari, 13-14 Juni 2026, dengan agenda utama merumuskan program dan strategi pengembangan institusi untuk mendukung transformasi kelembagaan, peningkatan mutu akademik, dan penguatan daya saing kampus di tingkat nasional. (*)

(Ruslan Sangadji)