oleh: Tommy Rusihan Arief / Mantan Direktur Media PSSI

Portugal menang angka. Kroasia menang hati. Pertandingan ini ngajarin satu hal: di era VAR, jangan selebrasi dulu sebelum garisnya keluar.

Tiga kali bola masuk gawang. Tiga kali pula hati fans dicabik VAR. Portugal selamat dari drama offside milimeter dan menang 2-1 atas Kroasia dalam laga penuh bintang yang lebih mirip sinetron ketimbang sepak bola.

Babak Pertama: Adu Gengsi Bintang

Dari menit awal udah kerasa ini bukan laga biasa. Portugal pegang bola 62 persen, umpan cepat, tusukan dari sayap gak berhenti. Total 14 tembakan dilepaskan.

Tapi Kroasia datang bukan buat jadi pelengkap. Meski cuma pegang bola 38 persen, mereka efektif. 12 tembakan, 7 di antaranya mengarah gawang. Modrić atur tempo, Kovačić jadi engsel, Gvardiol berdiri kokoh. Skor kacamata 0-0, tapi tensi udah kayak final.

Babak Kedua: Gila, VAR Gila

Ini bagian yang bikin remote hampir kelempar. Portugal duluan unggul 2-1. Napas lega.

Lalu Kroasia bangkit. Gol! Stadion meledak, selebrasi liar. Tapi tunggu. Garis VAR muncul. Offside. Sepatu doang yang lebih maju. Gol batal. Skor balik 2-1. Sakitnya minta ampun.

Belum selesai. Dua gol lagi menyusul kena anjir VAR. Satu gol Portugal dihapus karena pelanggaran saat build up. Satu gol Kroasia lagi kena offside. Total 3 gol hilang dalam 45 menit.

Pemain jadi paranoid. Tiap crossing dicek dua kali. Takut kaki kelewat semilimeter aja. Wasit bolak balik layar kayak buka TikTok.

Injury Time: 10 Menit Neraka

Papan tulis nunjuk 90+10′. Kroasia all in. Duel keras, protes, dorong dorongan. Renato Veiga. Portugal sampai dikepung pemain Kroasia. Iklan minuman bersoda nyala terang, tapi gak ada yang lihat. Semua mata ke lapangan.

Peluit Panjang: Luka dan Respect

Selesai 2-1 untuk Portugal. langsung pelukan selebrasi. Pemain Kroasia juga saling menguatkan. Kalah, tapi kepala tegak.

Lalu momen paling adem: Ronaldo jersey tosca berhadapan dengan Modrić ban kapten orange. Pelukan. Dua legenda. Dua generasi. Satu rasa hormat setelah 90 menit perang bintang.

Portugal menang angka. Kroasia menang hati. Pertandingan ini ngajarin satu hal: di era VAR, jangan selebrasi dulu sebelum garisnya keluar.

Tapi bola tetap indah. Karena di akhir semua drama, yang tersisa cuma dua manusia saling menghargai di tengah stadion yang bising. (*)

(Editor: Ruslan Sangadji)