Oleh: Ruslan Sangadji / Kaidah.ID
Spanyol dan Portugal kembali bertemu. Untungnya, kali ini mereka tidak datang membawa armada perang. Mereka datang dengan jersey, sepatu bola, dan target yang berbeda: lolos ke perdelapan final Piala Dunia 2026.
Spanyol vs Portugal di Piala Dunia 2026? Buat pecinta bola, ini jelas big match. Rivalitas dua negara tetangga di Semenanjung Iberia itu, sama-sama punya sejarah panjang di sepak bola, sama-sama dipenuhi pemain bintang.
Tapi buat Maluku Utara, duel ini rasanya seperti membuka album lama.
Soalnya, sekitar 500 tahun lalu, Spanyol dan Portugal juga pernah saling “adu”. Bedanya, bukan di stadion, bukan berebut trofi, tetapi berebut cengkih di Jaziratul Mulk—sebutan lama untuk Maluku Utara yang dulu dikenal sebagai negeri rempah.
Sekarang cengkih mungkin cuma jadi bumbu dapur. Tapi pada abad ke-16, nilainya bisa lebih mahal dari emas. Tak heran kalau bangsa-bangsa Eropa rela menyeberangi samudra berbulan-bulan, demi tiba di kepulauan ini. Cengkih bahkan dijuluki emas hitam pada masanya.
Nah, di sinilah cerita Spanyol dan Portugal dimulai.
Portugal lebih dulu berlabuh di Ternate dan membangun benteng-benteng sebagai basis pertahanan mereka. Sementara Spanyol memilih Tidore. Dua kesultanan bertetangga itu, akhirnya berada di kubu yang berbeda, mengikuti rivalitas dua kerajaan besar Eropa.
Dari situ, suasana Jaziratul Mulk berubah. Benteng berdiri. Meriam menghadap laut. Kapal-kapal asing datang silih berganti. Diplomasi berjalan, tetapi perang juga tak bisa dihindari. Semua gara-gara satu komoditas kecil, yang aromanya berhasil membuat dunia datang ke Maluku Utara. (Saya punya naskah buku tentang ini yang belum diterbitkan, karena masih mencari sponsor)
Fast forward lima abad kemudian…
Spanyol dan Portugal kembali bertemu. Untungnya, kali ini mereka tidak datang membawa armada perang. Mereka datang dengan jersey, sepatu bola, dan target yang berbeda: lolos ke perdelapan final Piala Dunia 2026.
Menariknya, lawan yang sama, semangat bersaingnya juga masih sama. Hanya panggungnya yang berubah.
Jadi, saat laga dimulai pada 7 Juli 2026 pukul 02.00 WIB, mungkin kita bisa melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Buat sebagian orang, ini cuma pertandingan sepak bola. Tapi buat Maluku Utara, duel Spanyol versus Portugal juga mengingatkan, bahwa daerah ini pernah menjadi pusat perhatian dunia.
Dulu mereka datang mengejar harum cengkih. Sekarang (nanti) mereka bertemu membawa harum sepak bola.
Sejarah memang tidak bisa diulang. Tapi kadang, sebuah pertandingan bisa membuat kita kembali mengingatnya. So…. kita tunggu Spanyol vs Portugal. (*)

Tinggalkan Balasan