Trofeo U-50 di Sukabumi pun menjadi bukti, bahwa semangat para legenda Timnas Indonesia tak pernah padam. Meski usia terus bertambah, kecintaan mereka terhadap sepak bola tetap hidup, menginspirasi generasi muda untuk menjaga sportivitas, persaudaraan, dan kecintaan terhadap sepak bola Indonesia.

SUKABUMI, KAIDAH.ID – Lapangan Cipta Karya Sinagar, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi tempat berkumpulnya sejumlah legenda Timnas Indonesia era 80-90-an dalam ajang Trofeo U-50, yang mempertemukan Jayakarta, KTB, dan tuan rumah PD Nagrak Sinagar, Ahad, 5 Juli 2026.

Meski sebagian besar pemain telah memasuki usia di atas 50 tahun, semangat mereka di atas lapangan tetap membara. Ajang tersebut bukan sekadar pertandingan persahabatan, melainkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan panjang mereka saat masih aktif membela klub maupun Tim Nasional Indonesia.

Jakarta troveo | Foto: Tommy R Arief/Kaidah.ID

Sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia era 1980 hingga 1990-an turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dari Jayakarta hadir Reva Deddy Utama (RDU), Aun Harhara, Jayadi Said, dan Arief Hidayat. Sementara dari KTB tampil Hery Kiswanto, Saud Tobing, Arief Hidayat, Jalal, serta mantan penjaga gawang Faizal.

Nama-nama tersebut pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola nasional. Pengalaman dan dedikasi mereka saat mengenakan seragam Merah Putih, menjadikan kehadiran mereka sebagai daya tarik tersendiri bagi para pencinta sepak bola yang hadir menyaksikan pertandingan.

Mantan pemain KTB | Foto: Tommy R. Arief/Kaidah.ID

Pertandingan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Meski tetap menampilkan permainan yang kompetitif, para pemain lebih mengedepankan kebersamaan dibandingkan hasil akhir pertandingan.

Usai laga, para legenda sepak bola itu berkumpul untuk berbincang santai. Berbagai kenangan saat masih aktif bermain kembali diangkat, mulai dari pengalaman bertanding, strategi permainan di masa lalu, hingga perkembangan sepak bola nasional. Mereka juga berdiskusi mengenai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko serta perkembangan sepak bola internasional.

Mantan pemain Jayakarta | Foto: Tommy R. Arief/Kaidah.ID

Bagi para mantan pemain tersebut, sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah di atas lapangan. Lebih dari itu, sepak bola menjadi ruang yang terus menyatukan persahabatan, mempererat tali silaturahmi, dan menjaga kecintaan terhadap olahraga yang telah membesarkan nama mereka.

Trofeo U-50 di Sukabumi pun menjadi bukti, bahwa semangat para legenda Timnas Indonesia tak pernah padam. Meski usia terus bertambah, kecintaan mereka terhadap sepak bola tetap hidup, menginspirasi generasi muda untuk menjaga sportivitas, persaudaraan, dan kecintaan terhadap sepak bola Indonesia. (*)

Tommy R.Arief
Editor: Ruslan Sangadji