Di tengah kebutuhan akan regenerasi kepemimpinan, Dandy Adhi Prabowo menjadi salah satu wajah baru yang layak diperhatikan. Masih muda, terbiasa berorganisasi, memiliki pengalaman sebagai pengusaha, dan kini berada di panggung politik daerah. Perjalanannya masih panjang, tetapi satu hal sudah terlihat jelas: ia datang bukan hanya untuk menjadi bagian dari politik, melainkan ingin ikut memberi warna baru bagi politik Sulawesi Tengah. (*)

POLITIK sering kali dianggap sebagai dunia yang didominasi wajah-wajah lama. Namun, di Sulawesi Tengah (Sulteng), muncul sosok muda yang perlahan mencuri perhatian. Namanya Dandy Adhi Prabowo.

Lahir di Luwuk pada 26 Desember 1996, Dandy tumbuh di lingkungan yang tak asing dengan organisasi dan politik. Ayah dan ibunya sama-sama aktif di ruang publik. Meski begitu, jalan yang ia tempuh tidak datang begitu saja karena nama besar keluarga. Ia memilih membangun pijakannya sendiri, mulai dari organisasi kemahasiswaan, dunia usaha, hingga akhirnya dipercaya masyarakat duduk di DPRD Provinsi Sulteng.

Pemilu 2024 menjadi titik penting dalam perjalanan politiknya. Bertarung di Daerah Pemilihan IV Banggai-Banggai Kepulauan, Dandy mengantongi 14.075 suara. Angka itu bukan sekadar tiket menuju parlemen, tetapi juga menjadi sinyal, bahwa publik mulai memberi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar, dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Kepercayaan itu kembali bertambah ketika Partai NasDem menunjuknya sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah menggantikan Sonny Tandra, untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Di usia yang masih relatif muda, ia mendapat tanggung jawab memimpin fraksi yang menjadi salah satu motor perjuangan partai di parlemen.

Menariknya, Dandy Adhi Prabowo tidak melihat jabatan itu sebagai pencapaian akhir. Baginya, ini justru garis start.

Ia berkali-kali menyebut sosok Sonny Tandra sebagai senior sekaligus panutan. Karena itu, alih-alih datang membawa semangat mengganti, Dandy memilih melanjutkan fondasi yang sudah dibangun, sambil menghadirkan gagasan-gagasan baru yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Jauh sebelum masuk dunia politik, Dandy sudah akrab dengan aktivitas organisasi. Saat kuliah, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), kemudian bergabung di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Ikatan Pengusaha Milenial Indonesia (IPMI). Kini, ia juga menjadi pengurus BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulteng.

Dari ruang-ruang organisasi itulah kemampuan memimpin, berdiskusi, hingga membangun jejaring mulai terasah. Di saat yang sama, ia juga menekuni dunia usaha. Pengalaman sebagai pengusaha membuatnya terbiasa melihat persoalan dari sisi yang lebih praktis—bagaimana lapangan kerja tumbuh, bagaimana ekonomi bergerak, dan bagaimana anak-anak muda bisa mendapat lebih banyak peluang.

Ada satu cerita yang cukup menggambarkan karakter Dandy. Saat menempuh pendidikan di Australia, ia dikenal sebagai sosok yang mandiri. Tinggal jauh dari keluarga membuatnya terbiasa mengurus semuanya sendiri. Namun, di tengah kesibukan itu, ia bersama Abcandra M. Akbar Supratman—yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI—kerap membantu teman-temannya sesama mahasiswa Indonesia di Australia. Mulai dari berbagi informasi hingga membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.

Bagi Dandy, membantu orang lain bukan sesuatu yang harus menunggu punya jabatan.

Darah organisasi memang mengalir kuat dalam keluarganya. Ayahnya, Djemmy Nayoan, merupakan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banggai periode 2022-2026 sekaligus Bendahara MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Tengah. Sementara sang ibu, Batia Sisilia Hadjar, menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai.

Namun, identitas Dandy hari ini tidak hanya dibentuk oleh latar belakang keluarganya. Ia juga dibentuk oleh pengalaman, proses, dan pilihan-pilihan yang diambilnya sendiri.

Kini, sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, tantangan yang dihadapinya tentu jauh lebih besar. Publik akan melihat bukan lagi siapa orang tuanya atau seberapa banyak suara yang ia peroleh, melainkan apa yang benar-benar bisa ia kerjakan untuk masyarakat.

Di tengah kebutuhan akan regenerasi kepemimpinan, Dandy Adhy Prabowo menjadi salah satu wajah baru yang layak diperhatikan. Masih muda, terbiasa berorganisasi, memiliki pengalaman sebagai pengusaha, dan kini berada di panggung politik daerah. Perjalanannya masih panjang, tetapi satu hal sudah terlihat jelas: ia datang bukan hanya untuk menjadi bagian dari politik, melainkan ingin ikut memberi warna baru bagi politik Sulawesi Tengah. (*)

(Ruslan Sangadji)