Tiga orang. Satu panggung. Satu pesan kebaikan
ADA SATU FOTO yang sering beredar dan selalu bikin kita terdiam. Di dalamnya ada tiga legenda sepak bola dunia: Diego Maradona, Pele, dan Michel Platini.
Tahun 1986, di acara Jubilee Michel Platini di Nancy, Perancis.
Maradona memakai kaos bertuliskan NO DRUG. Dia berdiri di sana sebagai wajah kampanye FIFA melawan narkoba.
Platini memakai kaos DROGUE NO!. Dia juga menyuarakan hal yang sama.
Pele hadir dengan jas resmi, mewakili FIFA untuk kampanye kemanusiaan dan hak-hak anak sedunia.
Tiga orang. Satu panggung. Satu pesan kebaikan.
Tapi waktu berjalan cepat.
Maradona yang berkampanye anti narkoba, akhirnya hidupnya sendiri digerus kecanduan.
Platini yang berdiri melawan hal buruk, kemudian tersandung kasus etika dan dilarang terlibat di sepak bola.
Pele yang bicara soal hak anak, justru bertahun-tahun menolak mengakui anak kandungnya, Sandra Regina Arantes. Sandra harus berjuang ke pengadilan dan menang lewat tes DNA.
Foto yang tadinya terlihat sempurna, lama-lama berubah jadi pelajaran.
Pelajaran pertama: Tak ada manusia yang sempurna.
Sehebat-hebatnya seseorang di bidangnya, dia tetap manusia. Bisa jatuh, bisa salah.
Pelajaran kedua: Jangan terkecoh penampilan dan jargon.
Yang menentukan bukan apa yang kita ucapkan di atas panggung. Tapi apa yang kita lakukan saat tidak ada yang melihat.
Karena pada akhirnya, hidup bukan soal seberapa lantang kita berkampanye.
Tapi seberapa jujur kita menjalaninya.
Oleh: Tommy R. Arief
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan