Oleh: Ruslan Sangadji | Kaidah.ID

Sebab Tuhan tidak selalu memberi apa yang kita minta, tetapi Dia tidak pernah gagal memberi apa yang paling kita butuhkan

HIDUP ini sesederhana dua sisi mata uang: ada yang kita inginkan, dan ada yang kita tidak inginkan. Kita mengejar kebahagiaan, namun sering berjumpa kesedihan. Kita merindukan pertemuan, tetapi tak bisa menghindari perpisahan. Kita berharap segala sesuatu berjalan sesuai rencana, padahal hidup memiliki caranya sendiri untuk mengajarkan makna.

Yang kita inginkan membuat kita bersemangat untuk melangkah. Namun, justru yang tidak kita inginkan sering kali menempa mental, menguatkan hati, dan mendewasakan cara kita memandang kehidupan. Tidak semua doa dijawab dengan “iya”. Ada yang dijawab dengan “tunggu”, dan ada pula yang dijawab dengan pelajaran yang baru kita pahami bertahun-tahun kemudian.

Kita tidak pernah meminta badai datang. Tetapi dari badai itulah kita belajar menjadi pelaut yang tangguh. Kita tidak pernah menginginkan kehilangan. Namun dari kehilangan, kita belajar menghargai setiap kehadiran. Ternyata, kehidupan tidak hanya dibentuk oleh apa yang kita pilih, tetapi juga oleh apa yang terpaksa harus kita terima.

Tidak semua jalan terasa nyaman. Tidak semua harapan menjadi nyata. Ada pintu yang terbuka. Ada pintu yang tertutup. Ada mimpi yang tercapai. Ada mimpi yang harus dikubur. Namun hidup tidak pernah benar-benar berhenti. Hidup hanya mengajak kita memilih jalan yang berbeda. Jalan yang mungkin tidak kita sukai, tetapi justru kita perlukan.

Maka, belajarlah mencintai proses. Bersahabatlah dengan waktu. Jangan buru-buru menyalahkan keadaan. Sebab sering kali, yang hari ini kita sebut musibah, esok justru kita syukuri sebagai anugerah. Yang hari ini terasa sebagai kehilangan, kelak kita sadari sebagai cara Tuhan menyelamatkan kita dari sesuatu yang lebih buruk.

Pada akhirnya, kebahagiaan bukan berarti mendapatkan semua yang kita inginkan. Kebahagiaan adalah ketika hati mampu berdamai dengan apa yang tidak kita inginkan saat itu datang.Tetap bersyukur atas apa yang dimiliki.

Tetap melangkah meski jalannya tak selalu mudah. Dan tetap percaya, bahwa setiap peristiwa—baik yang kita inginkan maupun yang tidak—selalu membawa kita menuju tujuan yang lebih baik. Sebab Tuhan tidak selalu memberi apa yang kita minta, tetapi Dia tidak pernah gagal memberi apa yang paling kita butuhkan. (*)

Wallahu A’lam