Semarak Hari Santri 2026 diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi santri, pelajar, dan mahasiswa yang berwawasan luas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas

JAKARTA, KAIDAH.ID – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menyiapkan sejumlah agenda untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri 2026, di antaranya lomba karya tulis ilmiah, lomba pidato, serta bedah buku atau diskusi literasi. Rangkaian kegiatan ini mengangkat isu ekoteologi dan moderasi beragama, sekaligus mendorong penguatan budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar, Nomor 6 Tahun 2026 tertanggal 29 September 2026, tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri menuju Indonesia Emas”, dengan puncak peringatan pada 22 Oktober 2026.

Sebagai tindak lanjut surat edaran tersebut, Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., MA, menginstruksikan unsur pimpinan untuk menggelar rapat terbatas. Rapat yang berlangsung pada 9 Oktober 2026 di ruang kerja Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Ternate itu dipimpin langsung oleh Kepala Biro AUAK, Jamaluddin Bugis, S.Ag., M.Pd.

Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah agenda yang akan melibatkan pelajar tingkat Madrasah Aliyah (MA), SMA, dan SMK se-Kota Ternate serta mahasiswa di lingkungan IAIN Ternate. Lomba karya tulis ilmiah dan pidato, akan berfokus pada tema ekoteologi dan moderasi beragama, yang sejalan dengan Asta Protas atau delapan program prioritas Menteri Agama RI.

Melalui tema tersebut, IAIN Ternate ingin memperluas pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui perspektif keagamaan, sekaligus menumbuhkan sikap moderat dalam kehidupan beragama di Provinsi Maluku Utara. Kedua isu ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi santri, pelajar, dan mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis serta menyampaikan gagasan secara ilmiah dan konstruktif.

Selain perlombaan, agenda bedah buku atau diskusi juga disiapkan untuk memperkuat budaya literasi di kalangan peserta. Kegiatan ini dinilai relevan di tengah perkembangan teknologi digital, terutama hadirnya aplikasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin mudah digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk pembelajaran dan penulisan.

Di tengah perkembangan tersebut, kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, dan menulis tetap menjadi hal penting yang perlu dikembangkan oleh pelajar dan mahasiswa. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan literasi, sehingga generasi muda tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat mengolah informasi dan menghasilkan gagasan secara mandiri.

Ketua Panitia Semarak Hari Santri 2026, Jamaluddin Bugis, yang juga menjabat Kepala Biro AUAK IAIN Ternate, mengoordinasikan persiapan rangkaian kegiatan tersebut. Kick-off Semarak Hari Santri 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2026 dan dipusatkan di Auditorium IAIN Ternate.

Melalui rangkaian kegiatan ini, IAIN Ternate berharap peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tradisi keilmuan, meningkatkan literasi, menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mengembangkan sikap moderasi beragama di kalangan generasi muda.

Semarak Hari Santri 2026 diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi santri, pelajar, dan mahasiswa yang berwawasan luas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas. (*)

(Ruslan Sangadji)