JAKARTA, KAIDAH.ID – Nindi Wulandari (29 tahun), perempuan asal Kelurahan Masigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta commuter line (KRL) di dekat Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Diaspora Sulawesi Tengah (IKDST), Mulyadin Malik, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan, informasi diperoleh langsung dari pihak perusahaan tempat almarhumah bekerja.

“Saya sudah bertemu dengan pihak perusahaan tempat Nindi Wulandari bekerja, dan mereka menjelaskan, almarhumah meninggal karena tertabrak kereta di dekat Stasiun Duren Kalibata,” kata ketua Umum IKDST, Mulyadin Malik kepada kaidah.ID, Jumat, 01 Mei 2026 sore.

Mulyadin Malik menuturkan, saat kejadian, kondisi di Jakarta tengah diguyur hujan deras. Korban diduga menggunakan headset saat menyeberang lintasan, sehingga tidak menyadari adanya kereta yang melintas.

“Karena menggunakan headset dan hujan deras, korban tidak mendengar kereta yang datang, sehingga akhirnya tertabrak,” jelasnya.

Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Pihak perusahaan, PT Acece Sarana Prima, disebut akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya, mulai dari penanganan di rumah sakit hingga proses pemulangan jenazah ke kampung halaman dan biaya pemakaman.

Menurut Mulyadin, almarhumah dikenal sebagai salah satu arsitek terbaik di perusahaan tersebut. PT Acece Sarana Prima sendiri, adalah perusahaan yang bergerak di bidang Konstruksi Mekanikal & Elektrikal. Proyeknya beragam, mulai dari bangunan bertingkat tinggi (gedung perkantoran, apartemen, hotel), infrastruktur (bandara, MRT, LRT), hingga bangunan komersial (pusat perbelanjaan, rumah sakit, pabrik).

“Almarhumah ini andalan perusahaan. Mereka sangat kehilangan dan berkomitmen menanggung semua biaya, mulai dari rumah sakit, pemulangan ke Palu, hingga pemakaman di Parigi Moutong,” ungkapnya.

Jenazah Nindi Wulandari dijadwalkan akan diterbangkan ke Palu pada Sabtu, 02 Mei 2026 dini hari melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Penjelasan ini sekaligus meluruskan informasi sebelumnya, yang menyebutkan bahwa Nindi Wulandari merupakan korban dalam insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Mulyadin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. (*)

(Ruslan Sangadji)