TOLITOLI, KAIDAH.ID – Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, menyoroti belum dibayarkannya insentif kader Posyandu di Kecamatan Baolan selama dua tahun terakhir. Hal ini ia sampaikan menyusul laporan yang mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Menurut Jemi, kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di masyarakat. Mereka terlibat langsung dalam berbagai kegiatan penting, mulai dari penimbangan dan pengukuran tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pelayanan bagi ibu hamil dan lansia.
“Sudah dua tahun insentif tidak dibayarkan, padahal peran kader sangat vital dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat,” tegas Jemi.
Di Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, kegiatan Posyandu tetap berjalan aktif. Puskesmas Kota (Puskot) bersama kader Posyandu terus melaksanakan pelayanan rutin, termasuk pemeriksaan kesehatan lansia dan pemantauan tumbuh kembang anak. Semua kegiatan tersebut tetap dilakukan meski tanpa dukungan insentif.
Selain itu, mereka juga berperan dalam mengedukasi masyarakat terkait penanggulangan stunting melalui metode ABCDE, yakni aktif minum Tablet Tambah Darah, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, pemenuhan protein hewani, rutin ke Posyandu setiap bulan, serta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.
Jemi Yusuf menegaskan, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia mendorong agar alokasi anggaran insentif kader Posyandu menjadi prioritas, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
“Kita tidak bisa terus mengandalkan semangat pengabdian tanpa memberikan perhatian pada kesejahteraan mereka. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Para kader Posyandu sendiri berharap adanya kepastian pembayaran insentif, agar mereka dapat terus menjalankan tugas pelayanan kesehatan masyarakat dengan optimal. Tanpa dukungan yang memadai, dikhawatirkan keberlanjutan program kesehatan dasar, termasuk penanganan stunting, akan terganggu. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan