PARIGI, KAIDAH.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sekitar 20 hektare kebun warga di Kabupaten Parigi Moutong terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring, di Palu, Senin, 02 Februari 2026, mengatakan hingga saat ini api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian.
“Api belum sepenuhnya padam, dan tim di lapangan masih terus berupaya melakukan pemadaman,” ujarnya.
Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran terjadi pada Ahad, 01 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. Api diduga berasal dari aktivitas pembersihan kebun kelapa dan pembakaran semak kering di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.
Kondisi lahan yang kering, membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke area lain, sehingga sulit dikendalikan. Akibatnya, sekitar 20 hektare lahan perkebunan masyarakat terbakar.
Lahan yang terdampak meliputi kebun durian, cokelat, kelapa, cengkih, dan pala. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa tersebut.
Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD kabupaten, unsur TNI/Polri, aparat desa, serta masyarakat setempat.
BPBD juga telah melakukan koordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, untuk mempercepat penanganan darurat. Namun demikian, masih terdapat sejumlah titik api aktif yang berpotensi meluas.
“Untuk mendukung pengendalian kebakaran, kami membutuhkan tambahan mesin pompa air dan selang pemadam kebakaran guna memperkuat proses pemadaman di lapangan,” kata Andi.
Sementara itu, Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan bantuan sekitar empat armada tambahan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Saat ini, tiga unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah dikerahkan untuk memadamkan api. Selain itu, tim dari Kementerian Kehutanan juga turut membantu upaya pengendalian kebakaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk tambahan armada. Diharapkan dengan dukungan sarana dan prasarana, api dapat segera dikendalikan,” tandasnya. (*)
(Ruslan Sangadji / Advertorial)

Tinggalkan Balasan