PALU, KAIDAH.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyumbangkan 14 ekor sapi kurban untuk Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Miladiah.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadis Bunnak) Provinsi Sulteng, Muhammad Neng, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunnak, Dandy Alfita, menyampaikan, dari total bantuan tersebut, sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke 13 kabupaten/kota di Sulteng. Sementara satu ekor lainnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulteng untuk disalurkan kepada masyarakat.
“Penyaluran hewan kurban ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat, dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban sekaligus berbagi dengan masyarakat di berbagai daerah,” kata Dandy dalam keterangan resmi, Ahad, 03 Mei 2026.
Salah satu sapi kurban yang menjadi perhatian adalah sapi dengan bobot mencapai 922 kilogram, yang rencananya akan disembelih di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu. Sapi tersebut merupakan yang terberat di antara 14 ekor sapi bantuan Presiden di Sulteng. Sapi jenis simental berusia sekitar tiga tahun itu, diberi nama “Si Kentung” dan berasal dari peternakan lokal di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.
Pemilihan sapi ini dilakukan melalui proses seleksi ketat oleh pemerintah daerah bersama tim teknis.
Menurut Dandy, proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan bobot badan, tetapi juga aspek kesehatan secara menyeluruh.
“Kami telah melakukan identifikasi kesehatan, penimbangan, serta pemberian obat cacing untuk memastikan kondisi organ dalam tetap sehat,” jelasnya.
Tim dokter hewan juga memastikan, sapi bebas dari berbagai penyakit hewan menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK) serta gangguan parasit internal. Langkah preventif seperti pemberian obat cacing dilakukan guna menjaga kualitas daging menjelang hari penyembelihan.
Selain itu, faktor lokasi peternakan turut menjadi pertimbangan. Peternakan di Kelurahan Kabonena, dinilai memenuhi standar pemeliharaan, mulai dari kebersihan kandang, kualitas pakan, hingga sistem perawatan yang baik.
Pemerintah daerah bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulteng, juga terus berkoordinasi untuk memastikan proses penyaluran hewan kurban berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi hewan kurban, baik dari aspek kesehatan maupun kesiapan distribusi, agar semuanya dalam kondisi prima saat diserahkan kepada masyarakat,” tutup Dandy Alfita. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan