DI TENGAH DOMINASI nama-nama besar dalam dunia usaha nasional, Wisnu Pettalolo atau yang bernama lengkap Wisnu Wahyudin Pettalolo hadir dengan pendekatan berbeda, bekerja dalam senyap, tetapi meninggalkan jejak yang nyata di berbagai lini bisnis strategis.

Lantaran itu, Wisnu Pettalolo mungkin tidak selalu muncul di halaman depan, tetapi jejak langkahnya terhampar panjang di berbagai sektor strategis. Ia adalah potret pengusaha yang tumbuh dari kawasan timur Indonesia, tetapi kemudian menancapkan pengaruhnya hingga ke pusat ekonomi di Jakarta.

“Saya tidak pernah terlalu mengejar sorotan. Bagi saya, yang penting adalah hasil kerja nyata, bukan sekadar terlihat,” kata Wisnu dalam sebuah kesempatan.

Perjalanan Wisnu bukanlah kisah instan. Ia membangun karier dari fondasi yang kuat sejak era 1990-an. Salah satu titik awalnya adalah saat ia dipercaya sebagai Direktur Indonesia Bagian Timur di PT Mapalus Manggala Consultant pada periode 1992–1998.

Di fase ini, ia banyak berinteraksi dengan dinamika pembangunan di kawasan timur Indonesia, sebuah pengalaman yang kelak membentuk perspektif bisnisnya yang luas dan kontekstual.

“Kawasan timur itu keras, tapi di situlah saya belajar membaca peluang dari keterbatasan,” tutur suami dari Hilda Kusuma Dewi ini.

Langkahnya kemudian berlanjut ke sektor agribisnis. Di PT Sulawesi Agromalindo Lestari, Wisnu menjabat sebagai President Direktur pada periode 1996–2003.

Posisi ini memperlihatkan kapasitasnya dalam memimpin perusahaan berbasis sumber daya alam, sektor yang menjadi denyut ekonomi banyak daerah di Indonesia.

KARIER YANG TERUS BERGERAK

Kariernya terus bergerak dinamis, menembus berbagai lini usaha. Putra Sulawesi Tengah kelahiran tahun 1970 ini tercatat pernah mengisi posisi strategis di sejumlah perusahaan, mulai dari komisaris hingga direktur.

Di antaranya di PT Kaltim Persada sebagai Management Komisaris pada 2002–2007, lalu sebagai President Komisaris di PT Berdikari Mandala Pratama pada 2007–2011, hingga peran-peran penting lain di berbagai entitas seperti PT Bangun Buana Cipta Dinamika dan PT Prima Sahaja.

“Dalam bisnis, yang paling sulit bukan memulai, tapi menjaga kepercayaan,” katanya, menegaskan prinsip yang ia pegang selama puluhan tahun.

KONSISTENSI WISNU

Konsistensinya terlihat dari kemampuannya menjaga eksistensi lintas sektor, mulai dari konstruksi, pelayaran, hingga komunikasi. Ia pernah memimpin PT Pelayaran Sanditia Perkasa Maritim sebagai President Direktur, serta duduk sebagai komisaris di PT Integra Communica Nusantara.

Namun, salah satu peran strategisnya saat ini adalah sebagai komisaris di PT Citra Palu Minerals (CPM). Perusahaan ini bukan pemain kecil. CPM merupakan anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk yang mengelola tambang emas di Poboya, Palu, dengan konsesi mencapai puluhan ribu hektare dan masa operasi hingga 2050.

Di sinilah Wisnu berada di jantung industri pertambangan nasional, sektor yang sangat menentukan arah ekonomi daerah dan negara.

“Sumber daya alam itu amanah. Kalau tidak dikelola dengan bijak, kita hanya mewariskan masalah, bukan manfaat,” ungkapnya.

KIPRAHNYA DI DUNIA PENDIDIKAN

Selain kiprah bisnis, Wisnu juga menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Pada 2018, ia menerima Anugerah Pendidikan Indonesia dari Ikatan Guru Indonesia dalam sebuah acara di Jakarta Convention Center. Penghargaan ini menjadi penanda bahwa kontribusinya tidak semata soal profit, tetapi juga tentang pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tapi dampaknya paling besar,” katanya.

Di ranah organisasi, ia juga aktif sebagai Wakil Ketua Wantim Bidang Pembinaan Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia. Posisi ini menunjukkan perannya dalam pembinaan dan pengembangan jejaring profesional.

Kini, dengan posisinya sebagai komisaris di PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk untuk periode 2024–2027, Wisnu kembali menegaskan bahwa dirinya masih menjadi bagian dari denyut strategis dunia usaha nasional.

Nama “Wisnu” yang ia sandang terasa menemukan maknanya sendiri dalam perjalanan hidupnya. Dalam pewayangan Jawa, Batara Wisnu adalah sosok pemelihara, penjaga keseimbangan semesta yang bekerja dalam senyap, namun menentukan keberlangsungan kehidupan.

Seperti namanya, Wisnu Pettalolo menapaki dunia usaha dengan cara yang tidak gaduh. Ia tidak selalu tampak di permukaan, tetapi hadir di ruang-ruang penting yang menjaga dan menggerakkan banyak kepentingan ekonomi.

Kisah Wisnu Pettalolo adalah gambaran tentang konsistensi, adaptasi, dan ketekunan. Dari Sulawesi Tengah ke Jakarta, dari konsultan hingga pertambangan, ia menapaki perjalanan panjang yang tidak selalu terlihat, tetapi terasa dampaknya. Dalam diam, ia membangun, dan dalam perjalanan itu, ia menghubungkan daerah dengan pusat, masa lalu dengan masa depan.

Di akhir perjalanan kisah ini, satu pesan sederhana dari Wisnu terasa relevan bagi siapa saja: “Jangan ukur kesuksesan dari seberapa tinggi kita berdiri, tapi dari seberapa banyak orang yang bisa kita angkat bersama.”

(Ruslan Sangadji)