PARIGI, KAIDAH.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua seiring meluasnya area terdampak.
Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan, berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC), luas lahan yang terbakar kini mencapai 42 hektare, meningkat dua kali lipat dari sebelumnya sekitar 20 hektare.
“Area terdampak meluas dua kali lipat, dari sebelumnya 20 hektare kini menjadi 42 hektare,” ujarnya saat dihubungi dari Palu, Rabu, 04 Februari 2026.
Penanganan karhutla melibatkan tim gabungan yang terdiri atas petugas pemadam kebakaran Parigi Moutong, BPBD Sulteng, TNI/Polri, tim Manggala Agni, aparat desa, serta masyarakat setempat.
Dalam upaya pemadaman, BPBD mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki milik BPBD, serta dua unit mobil tangki dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulteng.
“Kendaraan tersebut difungsikan sebagai penyuplai air untuk armada damkar dan penyedia air bersih. Saat ini kami juga masih menunggu tambahan bantuan kendaraan dari pihak lain,” kata Rivai.
Ia menjelaskan, sebagian besar lahan yang terbakar berada di wilayah perbukitan dan pegunungan, sehingga sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran. Kondisi tersebut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
Hingga kini, titik asap masih terlihat di kawasan gunung dan bukit. Ditambah dengan tiupan angin kencang pada siang hari, kondisi tersebut berpotensi memperluas area kebakaran.
“Kami tetap berupaya melakukan pemadaman, meskipun sebagian dilakukan secara manual. Tim Manggala Agni juga terus berusaha memadamkan api di wilayah pegunungan dengan peralatan seadanya,” ujarnya.
Meski tidak ada warga yang mengungsi, kabut asap dilaporkan mulai mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat setempat.
BPBD memastikan seluruh sumber daya yang tersedia, telah dikerahkan untuk menanggulangi kebakaran tersebut.
“Semua sumber daya kami kerahkan. Semoga upaya ini dapat segera mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas lebih jauh,” kata Rivai. (*)
(Ruslan Sangadji / Advertorial)

Tinggalkan Balasan