Sabtu, 20 Juli 2024

Jadi Dosen Tamu di Meulaboh Aceh, Prof Zainal Abidin: Mengapa Tonjolkan Perbedaan?

Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, saat usai menadi dosen tamu pada kuliah umum di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh pada 28 November 2023 | Foto: ist

MEULABOH, KAIDAH.ID– Guru Besar UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. KH Zainal Abidin, diundang sebagai dosen tamu pada kuliah umum, di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh pada 28 November 2023 lalu.

Sebagai dosen tamu, Prof. Zainal Abidin, memaparkan tentang penguatan moderasi beragama dalam bingkai keislaman dan keindonesiaan.

Menurut Prof Zainal Abidin, wacana keagamaan telah memenuhi ruang publik, baik di media arus utama maupun di media sosial. Namun sayangnya, konten-kontennya justru sangat provokatif, ‘sampah’ bahkan berpotensi memecah persahabatan sesama umat.

Terutama, katanya, ketika agama dikaitkan dengan aspirasi pilihan-pilihan politik, lalu menjadi sulit dibedakan antara medsos yang berisi siraman rohani, pencerahan iman, perluasan ilmu dengan provokasi politik.

“Jika sudah demikian, pesan-pesan agama tidak lagi memberi nuansa damai dan sejuk, tetapi justru menggiring umat ke gelanggang perpecahan yang sangat dikecam dalam ajaran semua agama,” terang Prof. Zainal.

Menghadapi situasi demikian, Prof Zainal mengingatkan, umat harus tetap memelihara kerukunan umat beragama, dan terus mengingatkan kembali kepada generasi penerus bangsa, mengenai komitmen awal sebagai bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika, berpijak pada Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI.

DUA SISI AGAMA

Prof Zainal menerangkan, agama memiliki dua sisi, yakni sebagai ajaran dan keyakinan, dan sebagai realitas sosial.