PALU, KAIDAH.ID – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) UIN Datokarama Palu, menyelenggarakan Pelatihan Entrepreneurship bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan fakultas pada Rabu, 11 Februaro 2926. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis fakultas dalam meningkatkan kapasitas, kreativitas, serta kemandirian sumber daya manusia di tengah dinamika transformasi digital.
Pelatihan tersebut menggandeng Hannah Asa Indonesia sebagai mitra pelaksana, serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di bidang perencanaan keuangan syariah.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UIN Datokarama Palu, Hamlan, yang mewakili Rektor, didampingi Dekan FUAD, Sidik.
Dalam sambutannya, Sidik menegaskan bahwa perguruan tinggi di era transformasi digital tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan mandiri.
“Dosen dan tenaga kependidikan perlu dibekali mindset kewirausahaan serta kemampuan pengelolaan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Hannah Asa Indonesia dan OJK Sulawesi Tengah yang dinilai memberikan nilai tambah terhadap kualitas serta relevansi pelatihan.
Sementara itu, Hamlan menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ushuluddin dan Adab atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat strategis dalam mendukung visi universitas untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
“Kerja sama antara UIN Datokarama Palu dengan Hannah Asa sejatinya bukan kali pertama dilakukan di tingkat universitas. Namun pada level fakultas, FUAD menjadi yang terdepan melaksanakan pelatihan entrepreneurship berbasis literasi dan perencanaan keuangan syariah pada awal tahun ini,” jelasnya.
Ia menilai langkah tersebut mencerminkan semangat inovasi dan kepemimpinan FUAD dalam mengembangkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Mengusung tema “Membangun Kreativitas, Inovasi, dan Kemandirian Dosen dan Tenaga Kependidikan di Era Transformasi Digital”, pelatihan ini tidak hanya menekankan penguatan mindset kewirausahaan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam pengelolaan keuangan profesional berbasis prinsip syariah.
Selain memperoleh materi dari para praktisi dan regulator, peserta juga berkesempatan mendapatkan sertifikat Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) sebagai bentuk pengakuan kompetensi di bidang perencanaan keuangan syariah. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan