PALU, KAIDAH.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim di Hotel Santika Palu, Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan Kadin Sulteng tersebut mengusung tema “Meneguhkan Ketahanan Indonesia di Tengah Dinamika Dunia: Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Ekonomi Bangsa.” Acara ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Buka puasa bersama itu dihadiri jajaran pengurus Kadin Sulteng, unsur Forkopimda, perwakilan perbankan, serta para pelaku usaha dari berbagai sektor. Dalam kesempatan tersebut, Kadin Sulteng juga menghadirkan puluhan anak dari panti asuhan untuk menerima santunan sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

Ketua Kadin Sulawesi Tengah, Moh. Nur Dg Rahmatu, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah.

“Kadin sebagai wadah berhimpun para pengusaha harus mampu mengantar kebaikan. Artinya, dalam menjalankan bisnis, kita harus tetap berakhlakul karimah,” kata Moh. Nur Dg. Rahmatu dalam sambutannya.

Ia menambahkan, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, termasuk di Sulawesi Tengah.

Sebelum waktu berbuka, kegiatan diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Zainal Abidin. Dalam ceramahnya, ia mengapresiasi langkah Kadin Sulteng yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk berbagi dengan sesama.

Menurutnya, keberhasilan seorang pengusaha akan semakin bermakna apabila diiringi dengan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim.

Acara berlangsung khidmat hingga waktu berbuka puasa. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim serta makan malam bersama seluruh tamu undangan. (*)

(Ruslan Sangadji)