Ferran Torres. Sang pahlawan. Sang penentu. Pemilik gol yang mengantar trofi Piala Dunia kembali ke pelukan Spanyol
KETIKA pertandingan seolah berjalan menuju adu penalti, Ferran Torres memilih menulis akhir cerita dengan caranya sendiri.
Menit ke-106. Inilah momen yang mengubah sejarah sepak bola Spanyol.
Pedro Porro melihat ruang di sisi kanan. Umpan silangnya meluncur deras ke tiang jauh. Nico Williams melompat lebih tinggi, memenangi duel udara, dan dengan cerdik menghidupkan bola yang nyaris keluar dari permainan.
Bola kemudian jatuh di tempat yang tepat. Ferran datang dari lini kedua tanpa kawalan. Stadion seakan berhenti bernapas.
Satu sentuhan… satu ayunan kaki… DOR!
Tendangan kerasnya meluncur seperti roket menuju sudut atas gawang. Emiliano Martinez membentang, tetapi hanya bisa menjadi penonton. Bola bersarang di jala.
Gooool! Gooool! Gooool! Ferran Torres! Ferran Torres! Ferran Torres!
MetLife Stadium Meledak
MetLife Stadium meledak. Bangku cadangan Spanyol berhamburan ke tepi lapangan. Luis de la Fuente mengepalkan tangan. Puluhan juta rakyat Spanyol bersorak dalam waktu yang bersamaan.
Gol itu bukan sekadar memecah kebuntuan, tetapi menjadi gol yang mengembalikan kejayaan La Roja.
Argentina mencoba bangkit, tetapi waktu terus berlari. Ketika peluit panjang akhirnya dibunyikan, satu kepastian pun lahir.
Spanyol kembali menjadi Raja Dunia
Enam belas tahun setelah mengangkat trofi di Afrika Selatan pada 2010, mahkota sepak bola dunia akhirnya pulang ke Negeri Matador. Dan di balik malam yang penuh sejarah itu, akan selalu ada satu nama yang dikenang.
Ferran Torres. Sang pahlawan. Sang penentu. Pemilik gol yang mengantar trofi Piala Dunia kembali ke pelukan Spanyol. (*)

Tinggalkan Balasan