Malam di New Jersey akhirnya menjadi milik Spanyol. Dominan sepanjang laga, sabar menunggu momentum, lalu menghantam tepat pada waktunya.
La Roja kembali ke puncak dunia, dan Ferran Torres menjadi nama yang akan dikenang sebagai pahlawan yang mengembalikan mahkota sepak bola ke tanah Matador. Spanyol Juara
NEW JERSEY, KAIDAH.ID – Peluit panjang akhirnya berbunyi! Tangis haru pecah di kubu Spanyol, sementara Argentina harus rela menyerahkan mahkota juara dunia. La Roja resmi menjadi kampiun Piala Dunia 2026 usai menundukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0, dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stadion MetLife, New Jersey, Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah pertarungan dua raksasa yang saling menguji mental, taktik, dan daya tahan selama lebih dari 100 menit.
Sejak sepakan pertama, Spanyol langsung mengambil alih kemudi permainan. Operan-operan pendek mengalir deras, tekanan datang bergelombang, sementara Argentina dipaksa lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Namun, pertahanan Albiceleste masih berdiri kokoh. Emiliano Martinez berkali-kali menjadi penyelamat, membuat skor 0-0 bertahan hingga waktu normal usai. Ketegangan semakin memuncak ketika laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Dan Inilah Momen yang Mengubah Sejarah
Menit ke-106. Pedro Porro mengirim umpan silang ke tiang jauh. Nico Williams memenangi duel udara dan menjaga bola tetap hidup. Bola liar mengarah ke Ferran Torres yang muncul tanpa pengawalan. Satu sentuhan, satu tembakan keras, satu ledakan emosi! Bola menghujam sudut atas gawang Argentina.
Emiliano Martinez hanya terpaku menyaksikan si kulit bundar bersarang di jala. Gol! Gol! Gol! Ferran Torres membawa Spanyol unggul 1-0.
Argentina mencoba bangkit, tetapi keadaan justru semakin sulit. Menjelang berakhirnya waktu normal, Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Pau Cubarsi.
Bermain dengan 10 orang membuat Albiceleste kehilangan keseimbangan. Serangan-serangan mereka tak lagi menggigit, bahkan peluang berbahaya baru tercipta ketika waktu hampir habis.
Peluit akhir pun menjadi penanda berakhirnya perjuangan. Spanyol berpesta. Para pemain berlari memeluk satu sama lain, sementara ribuan pendukung La Roja mengubah MetLife menjadi lautan merah. Penantian selama 16 tahun akhirnya berakhir. Setelah kejayaan di Afrika Selatan pada 2010, kini trofi Piala Dunia kembali berada di tangan Spanyol.
Malam bersejarah ini juga menjadi panggung bagi Luis de la Fuente. Di usia 65 tahun, ia resmi tercatat sebagai pelatih tertua yang sukses membawa negaranya menjadi juara dunia.
Messi, Rekor dan Kecewa
Di sisi lain, Lionel Messi memang menorehkan rekor sebagai pemain non-kiper tertua yang tampil di final, serta menjadi pemain kedua yang mencapai tiga final Piala Dunia. Namun, catatan itu tak mampu menghapus kekecewaan, karena Argentina gagal mempertahankan gelarnya.
Malam di New Jersey akhirnya menjadi milik Spanyol. Dominan sepanjang laga, sabar menunggu momentum, lalu menghantam tepat pada waktunya.
La Roja kembali ke puncak dunia, dan Ferran Torres menjadi nama yang akan dikenang sebagai pahlawan yang mengembalikan mahkota sepak bola ke tanah Matador. Spanyol Juara. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan