Laga final bukan hanya menentukan siapa yang mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga akan menambah daftar sejarah yang pernah tercipta di stadion ini

STADION NEW YORK NEW JERSEY akan menjadi pusat perhatian dunia, saat menjadi tuan rumah final Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Setelah menjadi saksi berbagai drama selama lima pekan terakhir, stadion megah ini, sedang bersiap menggelar laga paling bergengsi dalam kalender sepak bola dunia.

Bukan hanya dua tim terbaik yang akan saling berhadapan, tetapi juga sejarah baru yang akan tercipta di stadion yang telah menjadi bagian penting perjalanan Piala Dunia 2026.

Panggung Final Piala Dunia

Selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, FIFA menggunakan nama New York New Jersey Stadium. Di luar turnamen, stadion ini lebih dikenal sebagai MetLife Stadium.

Stadion yang diresmikan pada 2010 tersebut, memiliki kapasitas sekitar 82.500 penonton dan menjadi kandang dua klub National Football League (NFL), yakni New York Giants dan New York Jets.

Dengan kapasitas besar dan fasilitas modern, stadion ini dipilih FIFA sebagai lokasi pertandingan final yang akan menentukan siapa penguasa sepak bola dunia.

Sarat Sejarah Sepak Bola

Jauh sebelum dipercaya menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2026, stadion ini sudah beberapa kali menjadi lokasi pertandingan penting.

Salah satu yang paling dikenang adalah final Copa America Centenario 2016. Saat itu, Cile sukses mengalahkan Argentina melalui drama adu penalti dan membawa pulang gelar juara.

Wilayah New York dan New Jersey juga memiliki hubungan panjang dengan sepak bola internasional. Pada Piala Dunia 1994, kawasan ini menggelar tujuh pertandingan, termasuk babak perempat final dan semifinal.

Sementara Giants Stadium, yang sebelumnya berdiri di kawasan tersebut, pernah menjadi lokasi pembukaan Piala Dunia Wanita 1999 dan sejumlah pertandingan penting lainnya.

Tujuh Pertandingan, Tujuh Cerita

Sepanjang Piala Dunia 2026, MetLife Stadium ini telah menggelar tujuh pertandingan dengan total lebih dari 560 ribu penonton memadati tribun.

Drama pertama hadir pada 13 Juni ketika Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko. Ismael Saibari membawa Maroko unggul sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan untuk Brasil.

Pada 16 Juni, Prancis mengalahkan Senegal 3-1. Kylian Mbappe mencetak dua gol sekaligus memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis.

Laga berikutnya menghadirkan kemenangan Norwegia 3-2 atas Senegal. Erling Haaland kembali menjadi pembeda lewat dua gol yang membawa negaranya meraih tiga poin penting.

Comeback spektakuler terjadi pada 25 Juni ketika Ekuador bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Jerman 2-1 dan memastikan tiket ke fase gugur.

Stadion New York New Jersey dari salah satu pintu masuk | Foto: FIFA

Inggris kemudian menutup fase grup di stadion ini dengan kemenangan 2-0 atas Panama. Jude Bellingham mencetak satu gol dan memberikan assist kepada Harry Kane, yang mencatat sejarah sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia.

Pada babak 32 besar, Prancis kembali tampil meyakinkan dengan mengalahkan Swedia 3-0. Mbappe kembali menjadi bintang lewat dua gol yang semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbaik turnamen.

Kejutan terbesar terjadi pada babak 16 besar ketika Norwegia menumbangkan Brasil 2-1. Haaland kembali mencetak dua gol dan membawa negaranya untuk pertama kalinya melaju ke perempat final Piala Dunia.

Menanti Sejarah Baru

Kini seluruh perhatian tertuju pada pertandingan terakhir di stadion New York New Jersey ini.

Spanyol datang dengan pertahanan terbaik sepanjang turnamen dan permainan kolektif yang menjadi ciri khas mereka. Di sisi lain, Argentina hadir sebagai juara bertahan dengan lini serang paling produktif yang dipimpin Lionel Messi.

Laga final bukan hanya menentukan siapa yang mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga akan menambah daftar sejarah yang pernah tercipta di stadion ini.

Apakah Spanyol mampu merebut gelar juara dunia kedua mereka, atau justru Argentina berhasil mempertahankan mahkota dan menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang sukses menjuarai Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut? Semua jawabannya akan terungkap di stadion yang telah menjadi saksi lahirnya begitu banyak momen bersejarah sepanjang turnamen. (*)

(Ruslan Sangadji)