PARIGI, KAIDAH.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan asesmen lapangan, terkait dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pertanian.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, di Palu, Kamis, 29 Januari 2026, mengatakan, kekeringan terjadi akibat menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Wilayah terdampak meliputi Desa Kota Raya Timur, Kota Raya Tenggara, dan Kota Raya Selatan di Kecamatan Mepanga, serta Desa Lambanau di Kecamatan Ongka Malino.

“Kondisi ini berdampak langsung pada lahan persawahan tadah hujan milik masyarakat yang tidak memperoleh pasokan air secara memadai,” katanya.

Berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan mendesak saat ini adalah pasokan air bersih atau air irigasi darurat untuk lahan pertanian. Selain itu, petani juga membutuhkan pompa air dan selang untuk mengalirkan air dari sumber terdekat seperti sungai atau sumur.

BPBD juga mengusulkan bantuan pembuatan sumur dangkal maupun sumur bor sementara di area persawahan yang mengalami kondisi kritis.

Data BPBD mencatat sekitar 3.000 hektare sawah tadah hujan di wilayah tersebut mengalami gagal tanam akibat kekeringan. Minimnya curah hujan menyebabkan tanah menjadi kering dan tidak mampu mendukung proses tanam.

“Berkurangnya curah hujan menyebabkan lahan sawah tadah hujan mengalami kekeringan dan berdampak pada sekitar 3.000 hektare sawah yang gagal tanam,” kata Asbudianto.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus berupaya mencari solusi cepat guna meminimalisir kerugian petani serta menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut. (*)

(Ruslan Sangadji / Advertorial)