SIGI, KAIDAH.ID – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (FTIK UIN) Datokarama Palu, memperkenalkan budaya Kaili kepada mahasiswa dari tiga Negara ASEAN melalui program Datokarama International Short Course (DISC) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kampus II UIN Datokarama, Kabupaten Sigi, dan diikuti oleh mahasiswa dari Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Dekan FTIK, Saepuddin Mashuri, menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pertukaran akademik, tetapi juga langkah strategis untuk memperkenalkan budaya Suku Kaili ke tingkat internasional.

“Ini adalah upaya kami memperkenalkan wajah Sulawesi Tengah kepada dunia melalui pendidikan dan kebudayaan,” katanya.

Program DISC 2026 diselenggarakan oleh Pusat Hubungan Internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama, dengan peserta dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain University of the Philippines, Benguet State University Philipina, Cordillera Career Development College Philipna, Universiti Islam Melaka, dan Prince of Songkla University Thailand Selatan.

Kedatangan para mahasiswa disambut dengan tarian tradisional Kaili, Tari Mokambu, yang dibawakan oleh mahasiswi UIN Datokarama dengan mengenakan busana adat lengkap. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan bahasa Kaili serta pakaian adat Kaili Ledo.

Tidak hanya budaya, FTIK juga mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kaili, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan tema DISC 2026 yang menitikberatkan pada solusi krisis ekologi melalui pendekatan keilmuan, keagamaan, dan budaya.

“Kami berharap para peserta dapat membawa cerita tentang keindahan budaya Kaili, dan menjadi jembatan persahabatan antarbangsa,” tambah Saepuddin.

Ia juga berharap, DISC 2026 ini menjadi langkah awal bagi UIN Datokarama Palu, untuk semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di Asia Tenggara dan di tingkat internasional. (*)

(Ruslan Sangadji / Advertorial)