JAKARTA, KAIDAH.ID – Rencana Ketua Kadin Sulawesi Tengah (Sulteng) terpilih, Gufran Ahmad, membentuk Kadin Sulteng Perwakilan Jakarta, mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha asal Sulteng di Jakarta.
Salah satu pengusaha Sulteng di Jakarta, Astrid Noviti Sandagang, menilai gagasan tersebut sebagai langkah strategis dan terobosan baru, untuk memperluas promosi potensi daerah di tingkat nasional.
Menurut Astrid yang juga Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia ini, keberadaan Kadin Sulteng Perwakilan Jakarta, akan menjadi jembatan penting bagi pelaku usaha, investor, hingga pemerintah daerah dalam membangun jejaring bisnis yang lebih luas.
“Ini langkah yang luar biasa. Sulawesi Tengah bisa semakin dilirik jika punya representasi kuat di Jakarta. Banyak peluang yang bisa dibuka lewat jaringan nasional,” kata Astrid yang juga mantan Ketua Umum BPD HIPMI Sulteng ini.
Ia mencontohkan, selama ini banyak daerah di Indonesia memilih menggelar expo, business forum, hingga promosi investasi di Jakarta, karena dinilai lebih efektif menjangkau pasar nasional maupun internasional.
“Daerah-daerah lain kalau bikin expo justru dilaksanakan di Jakarta, karena pengunjungnya besar dan bukan hanya masyarakat lokal. Nah, kalau Kadin Sulteng perwakilan Jakarta dibentuk, salah satunya bisa membuat kegiatan-kegiatan seperti itu,” katanya.
Sementara itu, pengusaha asal Palu lainnya di Jakarta, Danel Lasimpo menilai, Sulteng memiliki potensi besar di sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga UMKM, yang membutuhkan panggung promosi lebih luas. Selama ini, menurut dia, banyak potensi daerah yang belum terekspos maksimal di pusat ekonomi nasional.
Dengan adanya Kadin Perwakilan Jakarta, kata Danel Lasimpo yang akrab disapa Yogi ini, Kadin Sulteng dapat lebih aktif mempertemukan pelaku usaha daerah dengan investor, kementerian, lembaga nasional, hingga mitra internasional.
Selain itu, kata dia, keberadaan perwakilan tersebut juga dianggap dapat mempermudah koordinasi dan advokasi kepentingan dunia usaha Sulteng di tingkat pusat.
“Kalau ada investor atau pengusaha nasional yang ingin mengetahui potensi Sulteng, mereka punya tempat untuk mendapatkan informasi. Jadi bukan hanya simbolik, tapi benar-benar menjadi pusat komunikasi dan promosi ekonomi daerah,” jelasnya.
Astrid maupun Yogi berharap, gagasan yang diusung Gufran Ahmad, tidak berhenti saat pemaparan visi misi saat Musyawarah Provinsi VIII Kadin kemarin, melainkan diwujudkan dengan program konkret yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku usaha asal Sulawesi Tengah.
Keduanya optimistis, di bawah kepemimpinan Gufran Ahmad, Kadin Sulteng dapat tampil lebih progresif dan adaptif dalam membuka ruang kolaborasi bisnis lintas daerah.
“Ini momentum yang baik. Sulteng sedang berkembang dan perlu panggung yang lebih besar. Jakarta bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekuatan ekonomi Sulawesi Tengah ke tingkat nasional bahkan global,” tandas Yogi. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan