PALU, KAIDAH.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026, sekitar pukul 10.27.44 WIB atau 11.27 WITA.

Berdasarkan informasi awal, pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu. Lokasi tersebut diperkirakan berada di wilayah pegunungan yang membentang antara Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong, di bagian tenggara Kota Palu. Kemungkinan posisinya mengarah ke wilayah perbukitan di Kabupaten Sigi bagian timur, atau perbatasan menuju Kabupaten Parigi Moutong.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga. Sejumlah warga dilaporkan berlarian keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri sesaat setelah gempa terjadi.

“Saya lagi keluar bawa ibu ini, karena kencang juga gempa,” kata Azwar, warga Palu, kepada kaidah.ID melalui telepon sesaat setelah gempa.

Warga lainnya, Yardin Hasan, mengaku guncangan kali ini berbeda dengan gempa dahsyat yang melanda Palu pada 2018 silam.

“Kalau gempa tahun 2018 kita serasa diayun naik turun, kali ini serasa digoyang ke kiri dan kanan,” ujarnya melalui pesan di grup WhattsApp.

Seorang anak kecil bernama Lovely Nukila mengaku guncangan keras dan ia sempat menangis. Piala-piala lomba MTQ miliknya jatuh berhamburan di lantai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Namun, aparat dan instansi terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan di sejumlah wilayah yang merasakan guncangan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait untuk menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Sementara itu, sebuah video yang beredar di grup WhatsApp melaporkan ada beberapa kerusakan kecil di Auditorium Universitas Tadulako Palu. Ada juga sebuah kafe di salah satu sudut Kota Palu roboh. Kaidah.ID masih terus memantau situasi terkini pascagempa. (*)

(Ruslan Sangadji)