Plt Ketua DPD Golkar Sulsel, Muhidin Mohamad Said mengungkapkan, DPP Golkar berharap, proses pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel dapat berlangsung secara aklamasi
JAKARTA, KAIDAH.ID – Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin atau IAS, resmi menerima surat diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Penyerahan surat diskresi tersebut berlangsung di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026 malam. Surat itu diterima langsung oleh IAS dan disaksikan sejumlah petinggi DPP Golkar, di antaranya Wihaji, Bendahara Umum Sari Yuliati, serta Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji.
Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin Mohamad Said, membenarkan penyerahan surat diskresi tersebut.
“Surat diskresi sudah sama IAS,” kata Muhidin.
Ia menjelaskan, penyerahan surat dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB di Kantor DPP Golkar. Namun, Muhidin belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait isi surat diskresi maupun jadwal pelaksanaan Musda Golkar Sulsel.
“Diserahkan jam 19.00 tadi di DPP,” katanya singkat.
Penyerahan surat diskresi kepada IAS juga turut disaksikan oleh dua tokoh senior Golkar asal Sulsel, yakni Nurdin Halid dan Supriansah.
Sebelumnya, kepada Kaidah.ID, Senin, 22 Juni 2026, Muhidin mengungkapkan, DPP Golkar berharap proses pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel dapat berlangsung secara aklamasi. Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan komunikasi yang intensif serta kesepahaman antara seluruh pihak di internal partai.
“Penundaan jadwal Musda Golkar Sulsel ini, karena masih dicari kesepakatan bersama antara DPP, para kandidat, dan pimpinan DPD II se-Sulsel,” kata Muhidin Mohamad Said.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI itu, juga menepis anggapan bahwa Ketua Umum atau DPP dapat secara sepihak menentukan Ketua DPD I Golkar Sulsel. Ia menegaskan, mekanisme penentuan ketua tetap dilakukan melalui musyawarah dan kesepakatan yang melibatkan seluruh unsur partai.
Menurut Muhidin, DPP hanya memfasilitasi proses komunikasi, agar tercipta kesepahaman bersama sehingga pelaksanaan Musda dapat berlangsung secara kondusif, dan menghasilkan keputusan yang diterima seluruh kader.
Dengan diterimanya surat diskresi tersebut, langkah Ilham Arief Sirajuddin untuk bertarung dalam Musda DPD I Golkar Sulsel semakin terbuka. Kini, perhatian kader Golkar Sulsel tertuju pada jadwal pelaksanaan Musda dan kemungkinan tercapainya kesepakatan aklamasi yang tengah diupayakan oleh DPP Partai Golkar. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan