Lebih dari 30 tahun telah berlalu sejak momen tersebut. Farhat kini dikenal dengan aktivitasnya sebagai advokat dan berbagai kiprahnya di ruang publik. Namun, pengalaman menjadi Paskibraka tetap menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan masa mudanya
JAKARTA, KAIDAH.ID – Sebuah foto lama membawa Farhat Abbas, pengacara dan selebritas Indonesia, kembali ke masa mudanya, ketika ia dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Tengah pada 1992.
Melalui unggahan foto tersebut, Farhat membagikan potongan perjalanan hidupnya lebih dari tiga dekade silam. Dalam foto itu, ia tampak mengenakan seragam Paskibraka dan berdiri tegap bersama para anggota pasukan lainnya.
Kala itu, menjadi Paskibraka bukan sekadar kesempatan untuk tampil dalam upacara kemerdekaan. Di balik seragam dan barisan yang rapi, terdapat proses panjang yang menuntut kedisiplinan, ketahanan fisik, kekompakan, serta rasa tanggung jawab.
Bagi Farhat, pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan penting yang tidak mudah dilupakan. Ia pernah berada dalam barisan anak-anak muda yang mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada momentum peringatan kemerdekaan.
Menurutnya, ia menjadi Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Tengah pada 1992 sebagai utusan Kabupaten Poso. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum dikenal luas sebagai pengacara dan figur publik.
“Iya, saya mewakili Kabupaten Poso waktu itu,” kata Farhat Abbas.
Ia mengaku, jika melihat kembali foto tersebut hari ini, 17 Agustus 2026, suasananya terasa seperti membuka kembali album kehidupan yang telah lama tersimpan. Wajah yang masih muda, seragam Paskibraka, dan suasana masa itu menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan seseorang selalu memiliki cerita dari mana semuanya bermula.
Lebih dari 30 tahun telah berlalu sejak momen tersebut. Farhat kini dikenal dengan aktivitasnya sebagai advokat dan berbagai kiprahnya di ruang publik. Namun, pengalaman menjadi Paskibraka tetap menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan masa mudanya.
Kepada generasi muda, Farhat berpesan agar pengalaman menjadi bagian dari Paskibraka tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi bekal untuk menjalani kehidupan.
“Jadilah generasi yang disiplin, bertanggung jawab dan memiliki rasa cinta kepada bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan Indonesia,” pesan Farhat.
Ia juga mengingatkan generasi muda, agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Menurutnya, proses dan pengalaman sejak usia muda dapat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Jangan takut bermimpi dan jangan mudah menyerah. Terus belajar, jaga integritas, hormati orang tua dan jadilah pribadi yang berguna bagi masyarakat,” ujarnya.
Foto tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain Farhat Abbas yang mungkin belum banyak diketahui publik: seorang anak muda dari Sulawesi Tengah yang pernah berdiri dalam barisan Paskibraka dan mendapat kehormatan membawa nama daerah dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Dari sebuah foto lama, kenangan itu kembali hidup.
Tahun 1992 mungkin telah lama berlalu, tetapi pengalaman berdiri tegap dalam barisan Paskibraka dan mengabdi untuk Merah Putih tetap menjadi bagian dari perjalanan yang tidak lekang oleh waktu. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan