“Saya tidak berpikir dua periode. Saya berpikir bagaimana saya menyelesaikan janji-janji saya kepada rakyat,” kata Gubernur Anwar Hafid dalam wawancara Podcast Madilog Forum Keadilan TV, Ahad, 13 September 2026 yang dikutip Kaidah.ID, Senin, 14 September 2026

GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid< menegaskan dirinya tidak ingin menjadikan wacana dua periode sebagai fokus utama selama memimpin Sulawesi Tengah.

Menurutnya, seorang kepala daerah seharusnya lebih dahulu memikirkan, bagaimana menuntaskan mandat yang diberikan masyarakat, bukan sibuk menghitung peluang untuk kembali mencalonkan diri pada periode berikutnya.

“Saya tidak berpikir dua periode. Saya berpikir bagaimana saya menyelesaikan janji-janji saya kepada rakyat,” kata Gubernur Anwar Hafid dalam wawancara Podcast Madilog Forum Keadilan TV, Ahad, 13 September 2026 yang dikutip Kaidah.ID, Senin, 14 September 2026.

Ia mengatakan, sejak awal pemerintahannya, dirinya bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido, telah menyusun sejumlah program yang menjadi janji politik kepada masyarakat. Program tersebut kemudian dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Gubernur Anwar menyebut, sembilan program yang menjadi bagian dari visi pemerintahannya, yakni Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Berdering, Berani Menyala, Berani Berkah dan Berani Berintegritas.

Menurut dia, program-program tersebut bukan sekadar slogan kampanye. Setelah memenangkan Pilkada, seluruhnya harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan program pemerintahan.

Karena itu, Gubernur Anwar mengaku tidak ingin sejak awal masa jabatan, sudah berpikir bagaimana mendapatkan dukungan untuk periode kedua.

“Kalau kita berpikir dua periode, kita akan berpikir program-program yang bisa membuat kita dipilih lagi,” ujarnya.

Ia menilai, pola pikir seperti itu berpotensi membuat seorang pemimpin lebih memilih kebijakan yang populer secara politik, ketimbang kebijakan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Bagi Gubernur Anwar, ukuran keberhasilan seorang kepala daerah, bukan apakah dirinya kembali terpilih atau tidak. Ukuran yang lebih penting adalah apakah janji yang disampaikan kepada rakyat dapat diwujudkan.

Ia bahkan menyatakan tidak masalah jika selama lima tahun masa kepemimpinannya, ada kebijakan yang membuat dirinya tidak populer, selama kebijakan tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Saya tidak mau berpikir populer. Saya mau berpikir bagaimana nanti tahun 2045, Sulawesi Tengah ini punya sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Gubernur Anwar mengatakan, apabila seluruh janji tersebut dapat dituntaskan, masyarakat sendirilah yang nantinya akan menilai hasil kepemimpinannya.

Ia tidak ingin pemerintahan dibangun dengan kalkulasi, apakah sebuah program akan meningkatkan elektabilitas atau membuka jalan menuju periode kedua.

“Yang penting bagi saya janji saya kepada rakyat selesai,” tegasnya. (*)

(Ruslan Sangadji)