Oleh: Ahmad Rifai | Wakil Bendahara Umum PB HMI Periode 2021–2023

Sebab, HMI tidak didirikan agar kader hanya mampu menjelaskan dunia. HMI didirikan agar kader memiliki keberanian, ilmu, dan iman untuk mengubah dunia menjadi lebih adil, lebih manusiawi, lebih maju, dan lebih bermartabat

KETIKA mendengar kata HMI, hampir setiap mahasiswa yang aktif dalam pergerakan mengetahui apa itu HMI. Namun, di usianya yang telah mencapai 79 tahun, HMI sedang berada pada sebuah persimpangan sejarah.

Organisasi ini memiliki warisan pemikiran yang panjang, tradisi intelektual yang kuat, serta pengalaman perjuangan yang telah melintasi berbagai perubahan zaman. Namun, setiap warisan sejarah pada akhirnya akan berhadapan dengan satu pertanyaan mendasar:

Apakah HMI masih mampu memberikan arah bagi generasi yang hidup pada zamannya?

Pertanyaan tersebut penting diajukan kepada HMI hari ini. Bukan karena HMI kehilangan sejarah, bukan pula karena nilai-nilai perjuangannya telah kehilangan makna, tetapi karena dunia yang dihadapi kader HMI telah berubah secara mendasar.

Perubahan teknologi, transformasi ekonomi, perkembangan kecerdasan buatan, perubahan struktur sosial, krisis lingkungan, ketimpangan, perubahan pola produksi pengetahuan, serta munculnya bentuk-bentuk baru kekuasaan telah menciptakan persoalan yang tidak sepenuhnya sama dengan persoalan ketika HMI merumuskan berbagai gagasan perjuangannya pada masa lalu.

Karena itu, HMI harus merumuskan kembali jalan perjuangannya. Merumuskan Kembali, Bukan Meninggalkan Sejarah

Merumuskan kembali bukan berarti meninggalkan sejarah. Justru sebaliknya, merupakan bentuk tanggung jawab terhadap sejarah.

HMI tidak boleh menjadi organisasi yang hanya mewarisi rumusan-rumusan masa lalu tanpa keberanian mengujinya. Tradisi intelektual yang hidup bukanlah tradisi yang membekukan pemikiran, tetapi tradisi yang memungkinkan setiap generasi berdialog dengan warisan intelektualnya untuk menemukan jawaban baru atas persoalan baru.

Nilai yang diwariskan harus dijaga, tetapi pemikiran harus terus dikembangkan.

NDP sebagai Ijtihad Pemikiran

Nilai Dasar Perjuangan (NDP) merupakan salah satu contoh paling penting. NDP lahir dari kegelisahan intelektual generasi muda HMI terhadap persoalan zamannya. NDP merupakan ikhtiar untuk menghubungkan Islam dengan kehidupan modern serta mempertemukan iman, ilmu, dan amal dalam kerangka perjuangan.

Karena itu, NDP pada hakikatnya bukan sekadar teks, melainkan sebuah ijtihad pemikiran.

Di sinilah terdapat pelajaran penting bagi HMI. Jika generasi terdahulu memiliki keberanian untuk melakukan ijtihad dalam merumuskan jalan perjuangannya, maka generasi sekarang tidak seharusnya hanya menjadi penjaga teks.