Evaluasi tersebut mencakup koordinasi, pembinaan dan pelatihan, hingga sistem rekrutmen peserta MTQ. Langkah ini dinilai penting, untuk membenahi sistem pembinaan dan mengembangkan potensi generasi Qurani di Sulawesi Tengah
JAKARTA, KAIDAH.ID – Meredupnya prestasi Sulawesi Tengah pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sulawesi Tengah.
Evaluasi tersebut mencakup koordinasi, pembinaan dan pelatihan, hingga sistem rekrutmen peserta MTQ. Langkah ini dinilai penting, untuk membenahi sistem pembinaan dan mengembangkan potensi generasi Qurani di Sulawesi Tengah.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Diperlukan strategi berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini hingga persiapan peserta menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Regenerasi Peserta Masih Menjadi Persoalan
Gubernur Anwar Hafid menyoroti pola pembinaan, yang dinilai masih berputar pada peserta yang sama. Padahal, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan.
“Saya lihat memang ini, hanya mereka-mereka itu saja yang selalu tampil selama ini. Padahal kita punya potensi yang besar untuk bisa dibina,” tegas Gubernur Anwar Hafid, Ahad, 20 September 2026.
Menurutnya, pembinaan harus dimulai dari pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah lainnya. Langkah tersebut penting, untuk melahirkan generasi baru qari dan qari’ah, hafidz dan hafidzah, mufassir dan mufassirah, khattat dan khattatah, serta peserta cabang MTQ lainnya.
Masalahnya Bukan di Pemda Tapi di LPTQ
Sorotan terhadap kinerja LPTQ Sulteng juga disampaikan mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Abdullah Latopada.
Ia menilai, persoalan utama tidak semata-mata terletak pada pemerintah daerah, tetapi pada fokus LPTQ dalam menjalankan fungsi pembinaan.
“Masalahnya bukan pada pemdanya, tapi pada LPTQ-nya yang tidak fokus pada pembinaan karena tidak punya cita-cita membangun generasi Qurani,” kata mantan Ketua PBNU Periode 2022-2027 ini.
Ia mendukung , Gubernur Sulawesi Tengah perlu segera melakukan evaluasi terhadap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran.
“Pak Gubernur sudah harus evaluasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Pernyataan Kyai Abdullah Latopada tersebut, menempatkan pembinaan generasi Qurani sebagai persoalan mendasar yang perlu mendapatkan perhatian dalam evaluasi LPTQ.
Pelatih Nasional dan Dewan Hakim Perlu Dilibatkan
Gubernur Anwar Hafid juga mendorong pelibatan pelatih dan dewan hakim nasional, untuk meningkatkan kualitas persiapan peserta MTQ Sulteng.
Pelatihan dapat dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek), baik bagi peserta maupun dewan hakim. Kehadiran tenaga berpengalaman di tingkat nasional, diharapkan membantu meningkatkan kemampuan teknis peserta sekaligus memperkuat pemahaman terhadap standar penilaian.
Pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dinilai penting agar peserta Sulteng mampu tampil lebih maksimal pada ajang nasional.
Pembinaan Harus Lebih Matang
Qari Nasional Abjan Djauhar turut menyoroti pentingnya pembenahan pembinaan peserta MTQ. Imam Masjid Raya Palu tersebut menilai, proses pembinaan perlu dilakukan secara lebih serius dan matang.
“Memang, pembinaan kepada peserta harus lebih matang,” kata Abjan Djauhar.
Ia juga mendukung pelibatan pelatih nasional dalam program pembinaan.
“Pelatih nasional juga memang perlu diundang untuk membina. Misalnya melalui bimtek terhadap peserta, termasuk dewan hakim,” ujarnya. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan