Mendagri Minta Pemprov Dorong Ekonomi Masyarakat. Gubernur Bilang, Ekonomi Sulteng Tumbuh 15 Persen

  • Bagikan
TITO KARNAVIAN - Mendagri Tito Karnavian meminta Pemprov Sulteng jaga ekonomi warga di masa pandemi Covid-19 | Foto: Ismail Humas Pemprov Sulteng/Kaidah

“Saya paham benar, hampir sebagian pendapatan daerah di bawah 65 persen. Kalau di bawah 50 persen itu lampu merah,” kata Mendagri Tito Karnavian saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sulteng, Jumat sore.

PALU, KAIDAH.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Jumat, 24 September 2021, melakukan kunjungan kerja ke Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk memastikan penanganan dan pengendalian Covid-19 di provinsi itu dan memastikan ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah pandemi ini.

“Saya paham benar,  hampir sebagian pendapatan daerah  di bawah 65 persen. Kalau di bawah 50 persen itu lampu merah,” kata Mendagri Tito Karnavian saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sulteng, Jumat sore.

Mendagri Tito Karnavian menyarankan, agar Pemprov Sulteng  dapat membangun sektor pertanian dan perikanan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah. Kredit usaha dengan bunga ringan kepada para petani dan nelayan harus terus diupayakan.

Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, di hadapan Mendagri mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulteng 2021 ini naik sebesar 15 persen. Kenaikan itu, tambah Gubernur, justru terjadi di sektor pertanian.

“Kita sangat bersyukur, walaupun di masa pandemic, tapi pertumbuhan ekonomi kita naik. Ekonomi kita tumbuh,” kata Gubernur Rusdy Mastura.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulteng tumbuh sebesar 15,93 persen pada kuartal II tahun 2021, yang disumbang  oleh lapangan usaha industri pengolahan mencapai 9,28 persen, diikuti lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 2,67 persen, dan lapangan usaha konstruksi 1,35 persen.

Secara komulatif semester satu tahun 2021, ekonomi Sulteng tumbuh mencapai 10,82 persen, sedangkan triwulan II tahun 2021 jika dibandingkan triwulan sebelumnya,  tumbuh sebesar 8,52 persen.

Ada tiga dari 17 lapangan usaha yang melangami kontraksi,  yakni pengadaan listrik dan gas sebesar 3,42 persen, kemudian transportasi dan pergudangan sebesar 0,66 persen, dan jasa pendidikan sebesar 0,05 persen. Sedangkan 14 lapangan usaha lainnya mengalami pertumbuhan positif. *

Editor: Ruslan Sangadji
  • Bagikan