Senin, 22 April 2024

Wapres Ziarah Makam Guru Tua dan Gelar Rapat Terbatas dengan PB Alkhairaat

KUNJUNGAN WAPRES - Wapres KH Ma'ruf Amin saat berkunjung ke kompleks Pergurua Islam Alkhairaat di Jalan SIS Aljufri Palu. Wapres diapit Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Ali Muhammad Aljufri (batik merah) dan Ketua Dewan Pakar Alkhairaat, Prof. Zainal Abidin | Foto: PB Alkhairaat)

PALU, KAIDAH.ID – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, Rabu, 5 Januari 2022 melakukan kunjungan kerja ke Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam kunjungannya itu, selain membahas tentang penyelesaikan hunian tetap (huntap) bagi penyintas gempa, tsunami dan likuefaksi, Wapres juga berkesempatan bertemu dengan Pengurus Besar (PB) Alkhairaat.

Sebelum bertemu PB Alkhairaat, Wapres KH Ma’ruf Amin juga berkesempatan berziarah ke makam Pendiri Alkhairaat, Al ‘Alimul ‘Allamah Alhabib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua di belakang Masjid Alkhairaat Jalan SIS. Aljufri Palu.

Pada kesempatan kunjungan kali ini, Wapres Ma’ruf Amin bertemu dengan Ketua Umum PB Alkhairaat HS Ali Muhammad Aljufri, Sekjen PB Alkhairaat, Ridwan Yalidjama dan sejumlah pengurus lainnya. Wapres dan PB Alkhairaat tampak serius membicarakan tentang pengembangan Pondok Pesantren dan Madrasah Alkhairaat hingga ke pelosok negeri.

“Agar optimal membantu pemerintah, kami ingin Pondok Pesantren Alkhairaat ini bisa menjangkau hingga ke seluruh daerah di Tanah Air,” kata Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Ali Muhammad Aljufri di hadapan Wapres.


Habib Ali menjelaskan, saat ini Alkhairaat memiliki lebih kurang 6 juta orang abnaulkhairaat yang tersebar di seantero Nusantara. Dengan jumlah tersebut, PB Alkhairaat bertekad  melebarkan sayap ke daerah-daerah lain di Tanah Air.


Sekjen PB Alkhairaat, Ridwan Yalidjama mengatakan, Abnaulkhairaat mencapai jutaan orang itu, adalah mereka yang secara formal menempuh pendidikan formal di Alkhairaat, maupun para simpatisan yang kagum atas ketokohan Pendiri Alkhairaat Al Alimul ‘Allamah Alhabib Idrus bin Salim Aljufri.

“Kami punya 50 pondok pesantren dan 1.700 madrasah di seluruh tingkatan. Total  siswa/siswi maupun santrinya saat ini, sekira 15.000 orang,” sebut Ridwan Yalidjama yang juga anggota DPRD Provinsi Sulteng itu.

Jumlah pondok pesantren dan madrasah sebanyak itu, kata Ridwan, ke depan Alkhairaat akan terus melakukan terobosan-terobosan dengan berkonsentrasi membangun Madrasah Alkhairaat di bagian barat Indonesia. (*)