“Bagi saya, olahraga itu hukumnya wajib. Karena itu adalah bagian dari menjaga amanah, menjaga harta paling berharga yang kita miliki, yaitu diri kita sendiri,”
PALU, KAIDAH.ID – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) RI, Kamaruddin Amin, menegaskan, Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni se-Indonesia Timur (Poros Intim) IV, bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, tetapi menjadi manifestasi nyata upaya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan literasi kesehatan.
Hal itu disampaikan Kamaruddin saat membuka secara resmi Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 6 Juli 2026 malam.
Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, literasi kesehatan harus berjalan beriringan dengan literasi keagamaan, akademik, maupun finansial.
“Poros Intim bukan sekadar ajang kompetisi olahraga dan seni tahunan, melainkan sebuah gerakan fundamental untuk membangun literasi kesehatan bangsa,” kata Kamaruddin.
Di hadapan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan ratusan peserta dari berbagai PTKIN di Indonesia Timur, Kamaruddin menekankan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung kondisi fisik yang sehat.
“Untuk apa kita memiliki literasi keuangan atau literasi keagamaan yang bagus, tapi tidak memiliki literasi kesehatan yang memadai? Di negara maju, semakin modern sebuah bangsa, tingkat literasi kesehatannya justru semakin tinggi. Kampus harus menjadi contoh nyata dalam memanifestasikan hal ini,” ujarnya.
Ia menyebut tubuh manusia sebagai aset paling berharga yang harus dijaga. Oleh sebab itu, olahraga tidak boleh dipandang sekadar hobi atau aktivitas rekreasi, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk merawat kesehatan.
“Bagi saya, olahraga itu hukumnya wajib. Karena itu adalah bagian dari menjaga amanah, menjaga harta paling berharga yang kita miliki, yaitu diri kita sendiri,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Kamaruddin juga melontarkan candaan kepada Rektor UIN Datokarama, Prof. Lukman Thahir, terkait peserta yang mengikuti Poros Intim.
Ia mengusulkan agar pada pelaksanaan berikutnya bukan hanya mahasiswa yang berkompetisi, tetapi juga para dosen.
“Saya tadi bercanda kepada Pak Rektor, kenapa yang berlomba ini hanya mahasiswa? Kenapa dosennya juga tidak ikut berlomba? Berolahraga itu, bagi saya, mungkin dosen bahkan lebih penting dan lebih membutuhkan,” katanya disambut tawa hadirin.
Kamaruddin kemudian membuka secara resmi Poros Intim IV yang diikuti sekitar 500 mahasiswa dari PTKIN di kawasan Indonesia Timur, meliputi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Poros Intim IV menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi mahasiswa PTKIN pada bidang olahraga, riset, dan seni keislaman. Enam cabang olahraga dipertandingkan, yakni futsal, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, taekwondo, dan pencak silat.
Selain itu, peserta juga mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan hadis pada bidang riset. Sementara cabang seni mempertandingkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQQ), Pop Solo Islami, Nasyid, Kaligrafi, Pidato Tausiah, dan Debat Konstitusi. (*)
(Ruslan Sangadji / Advertorial)

Tinggalkan Balasan