Di saat banyak orang mulai mengucapkan “Wassalam, Messi”, sang kapten bersama rekan-rekannya justru memberikan jawaban di atas lapangan.

SEMPAT tertinggal dua gol lewat aksi Y. Ibrahim pada menit ke-15 dan M. Ziko pada menit ke-67, jutaan pendukung Argentina dibuat menahan napas. Namun, inilah Argentina. Tim yang tak pernah benar-benar menyerah sebelum peluit panjang berbunyi.

Mesir tampil mengejutkan dengan keunggulan 2-0 dan seolah berada di ambang kemenangan. Banyak yang mulai percaya langkah Lionel Messi dan kawan-kawan akan berakhir di babak ini.

Namun, sepak bola selalu menyimpan cerita yang sulit ditebak.

Argentina bangkit dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh tim besar. Mereka memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1, lalu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, gol ketiga akhirnya lahir dan membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Kebangkitan Argentina diawali gol C. Romero pada menit ke-79. Empat menit berselang, Messi sukses mengguncang gawang Mesir yang dikawal Mostafa Shobeir untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Puncaknya, pada masa injury time, tepatnya menit ke-93, E. Fernández memastikan kemenangan Argentina lewat gol penentu.

Comeback itu bukan sekadar kemenangan. Itu adalah bukti mental juara. Di saat banyak orang mulai mengucapkan “Wassalam, Messi”, sang kapten bersama rekan-rekannya justru memberikan jawaban di atas lapangan.

Ternyata Argentina masih perkasa di Piala Dunia 2026 ini. Messi pun masih menjadi bintang. Selama peluit akhir belum berbunyi, selama masih ada waktu yang tersisa, jangan pernah berani mengubur mimpi Albiceleste. (*)

(Ruslan Sangadji)