MAKASSAR, KAIDAH.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhidin M Said, menegaskan, setiap kader yang ingin maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang, wajib mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar.

Penegasan itu disampaikan Muhidin M Said saat menghadiri kegiatan konsolidasi partai yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, 7 Maret 2026 di Makassar. Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus DPD II serta jajaran pengurus Partai Golkar se-Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Muhidin yang juga anggota DPR RI menjelaskan itu, restu dari Ketua Umum menjadi faktor penting dalam proses pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel.

“Siapa pun kader yang ingin maju pada Musda nanti, harus mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar,” kata Muhidin M. Said.

Ia menambahkan, dinamika politik internal Golkar setelah Musyawarah Nasional Partai Golkar XI 2024 menunjukkan bahwa pengaruh Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2024–2029, Bahlil Lahadalia, sangat kuat dalam menentukan arah kepengurusan di tingkat provinsi.

Sejauh ini, sejumlah figur yang disebut-sebut akan maju pada Musda DPD I Golkar Sulsel, secara terbuka menyatakan masih menunggu atau meminta restu dari Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebagai orang nomor satu di Partai Golkar, Bahlil dinilai memiliki kewenangan besar dalam menentukan kepengurusan, baik di tingkat DPP maupun DPD.

Karena itu, sejumlah pengurus DPD II di Sulawesi Selatan menegaskan, akan mengikuti arah dukungan yang diberikan Ketua Umum. Siapa pun yang memperoleh restu Bahlil disebut akan mendapatkan dukungan suara dari pengurus daerah demi menjaga kekompakan dan soliditas partai.

Rencananya, Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan akan digelar pada akhir Maret 2026. Forum tersebut tidak hanya menentukan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Golkar Sulsel untuk memperkuat konsolidasi menjelang agenda politik mendatang.

Muhidin M. Said berharap, seluruh kader dan pengurus Golkar di Sulawesi Selatan tetap menjaga soliditas serta memperkuat koordinasi di tingkat daerah.

Musda Golkar Sulsel kali ini, juga menjadi momentum strategis bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk memperkuat barisan dan merebut kembali kejayaan di daerah tersebut.

Pada Pemilu 2024 lalu, Golkar diketahui kehilangan kursi Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Karena itu, kepengurusan yang akan datang diharapkan mampu bekerja lebih maksimal agar Golkar bisa kembali menjadi pemenang pada Pemilu 2029 mendatang. (*)

(Ruslan Sangadji)