TERNATE, KAIDAH.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Dr. Adnan Mahmud, M.A., dan pimpinan PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara (Malut), yang diwakili Kepala Unit Kerja Pengembangan Masyarakat, Krisno Budiharto, bersama sejumlah staf, bertemu di kantor perusahaan tersebut, Kamis, 4 Juni 2026.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu, menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah, rencana kerja sama pemberian beasiswa bagi masyarakat yang berada di wilayah lingkar tambang, khususnya di Buli dan sekitarnya. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.
Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri, memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen PT Antam, yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat lingkar tambang. Program beasiswa ini menjadi peluang besar bagi generasi muda, untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul,” kata Rektor Adnan Mahmud.
Selain program beasiswa, kedua pihak juga membahas pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), yang akan difokuskan pada penguatan nilai-nilai spiritual dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah lingkar tambang. Program tersebut akan diwujudkan melalui distribusi muballig dan muballigah, untuk memberikan pembinaan keagamaan serta pendampingan sosial kepada masyarakat.
Kepala Unit Kerja Pengembangan Masyarakat PT Antam UBPN Maluku Utara, Krisno Budiharto, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang pendidikan, tetapi juga mampu memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat secara berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat lingkar tambang,” katanya.
Menariknya, program pengabdian tersebut tidak hanya menyasar masyarakat Muslim, tetapi juga masyarakat non-Muslim. Hal ini sejalan dengan komitmen IAIN Ternate dalam memperkuat harmoni sosial dan toleransi melalui Pusat Moderasi Beragama, yang selama ini aktif melakukan sosialisasi dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
“Moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga kerukunan masyarakat yang majemuk. Karena itu, program ini akan dirancang secara inklusif agar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambah Adnan.
Kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kehidupan beragama yang moderat. Sebagai langkah awal, kerja sama tersebut akan diformalkan melalui penandatanganan MoU yang direncanakan dalam waktu dekat. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan