Ihsan menegaskan, data tersebut menjadi bagian penting dalam melihat arah pembangunan desa di Sulawesi Tengah

PALU, KAIDAH.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memutakhirkan data Indeks Desa Tahun 2026. Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan, terjadi peningkatan status sejumlah desa, sementara jumlah desa tertinggal kembali berkurang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sulawesi Tengah, Ihsan Basir, mengatakan pemutakhiran data dilakukan untuk memastikan kondisi desa tergambar secara akurat.

“Pemutakhiran data Indeks Desa ini penting untuk memastikan status dan perkembangan desa di Sulawesi Tengah berdasarkan kondisi terbaru,” kata Ihsan Basir.

Berdasarkan data DPMD Sulteng, pada 2025 terdapat 386 desa berstatus mandiri, 822 desa maju, 620 desa berkembang, dan 14 desa tertinggal.

Pada pemutakhiran 2026, status Desa Mandiri meningkat sebanyak 65 desa. Desa Maju bertambah 87 desa, sedangkan Desa Berkembang naik satu desa.

Sementara itu, jumlah Desa Tertinggal berkurang menjadi 12 desa.

“Yang menggembirakan, status desa tertinggal terus berkurang dan tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal di Sulawesi Tengah,” ucap Ihsan Basir.

Dia mengatakan, proses verifikasi dan validasi data Indeks Desa Tahun 2026 telah dilaksanakan DPMD Provinsi Sulawesi Tengah di 12 kabupaten, 170 kecamatan, dan 1.842 desa.

“Seluruh desa tersebut telah melalui proses verifikasi dan validasi atau mencapai 100 persen,” sebutnya.

Menurut Ihsan Basir, pemutakhiran tersebut mengacu pada surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor B-113/PDP.03.04/VII/2026 tertanggal 22 Juli 2026.

Indeks Desa sendiri merupakan indikator yang digunakan, untuk mengukur capaian pembangunan desa. Mulai 2025, Indeks Desa menggunakan kerangka kerja yang lebih komprehensif, mencakup aspek layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas hingga tata kelola pemerintahan.

Ihsan menegaskan, data tersebut menjadi bagian penting dalam melihat arah pembangunan desa di Sulawesi Tengah.

“Data Indeks Desa menjadi salah satu dasar untuk melihat perkembangan pembangunan desa sekaligus menentukan langkah intervensi yang lebih tepat,” katanya. (*)

(Ruslan Sangadji)