Sabtu, 13 Juli 2024

FEBI UIN Datokarama Palu Gelar Workshop Jurnalisme Warga

FEBI UIN - FEBI UIN Datokarama Palu menggelar workshop jurnalisme warga, Jumat, 21 Juni 2024. Tampak dalam foto, Dekan FEBI UIN Datokarama Palu Dr. Sagir M. Amin (tengah) pemateri Heri Susanto, jurnalis (kemeja kotak-kota) | Foto: Humas UIN DK Palu

PALU, KAIDAH.ID – Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, menggelar workshop jurnalisme warga atau citizen journalism untuk mengasah kompetensi mahasiswa tentang jurnalistik dan arsitektur.

FEBI UIN Darokarama melibatkan jurnalis liputan6.com Heri Susanto, menjadi salah seorang pemateri pada workshop yang dilaksanakan ada umat, 21 Juni 2024 tersebut.

Sekretaris Program Studi Arsitektur FEBI UIN Datokarama Ferdiawan, mengatakan, pelibatan jurnalis Heri Susanto sangat penting, untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa tentang jurnalistik.

“Ya, agar mahasiswa dapat memahami tentang jurnalisitik dan arsitektur, atau agar mahasiswa mampu menuangkan karya tulis mereka, khususnya dalam dunia arsitektur,” ujar Ferdi.

Workshop dengan tema Peran Jurnalistik di Era 5.0 pada Keilmuan Arsitektur ini dibuka oleh Dekan FEBI UIN Datokarama Dr. Sagir M Amin dan dihadiri Katua Program Studi Arsitektur Nuriyatullah M.Ek, dan Sekretaris Prodi Arsitektur Ferdiawan.

Ferdi mengemukakan, secara luas kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seputar arsitektur. Arsitektur adalah seni atau praktik perancangan dan pembangunan struktur dan konstruksi bangunan.

Dalam arti yang lebih luas, arsitektur dapat mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan level makro, misalnya perencanaan kota, tidak hanya satu bangunan dan pelengkapnya saja.

“Pembangunan stuktur dan konstruksi yang dapat mempengaruhi kehidupan kita, serta dapat memberi kita cara untuk mendeskripsikan perasaan kita terhadap dunia arsitektur, sekaligus mempengaruhi masa depan dalam merancang bangunan dalam kapasitas tertentu,” ujarnya.

Untuk itu, katanya, perlu penekanan literasi kepada masyarakat, terlebih kepada yang sedang atau sudah fokus dalam dunia arsitektur, agardapat terwujudnya kebiasaan yang baik perihal literasi, penulisan, dan pemahaman lebih dalam terhadap sebuah isu atau karya arsitektur. (*)

Editor: Ruslan Sangadji