TEL AVIV, KAIDAH.ID – Surat kabar Israel Haaretz melaporkan, Israel tengah bersiap menghadapi potensi serangan rudal dari Iran dengan mengalihkan sektor energinya ke mode darurat.

Dalam laporannya, Haaretz menyebut langkah tersebut akan diumumkan oleh Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Israel mulai mengurangi operasi kilang, dan menghentikan sementara sebagian infrastruktur gas alam sebagai langkah antisipatif. Langkah itu mencakup pengurangan aktivitas produksi di fasilitas energi strategis.

Laporan yang juga dikutip oleh Al Jazeera menyebutkan, Grup Bazan telah menutup sebagian fasilitas kilang di Haifa. Selain itu, Menteri Cohen dilaporkan memerintahkan penghentian sementara sejumlah platform gas lepas pantai, dan mempertimbangkan pengumuman keadaan darurat di sektor gas alam.

Situasi ini terjadi di tengah eskalasi militer di kawasan. Israel dan Amerika Serikat sebelumnya meluncurkan serangan gabungan terhadap target di wilayah Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menyasar beberapa titik di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.

Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran akan dampak lebih luas terhadap stabilitas keamanan dan pasokan energi di kawasan Timur Tengah. (*)

(Ruslan Sangadji)