JAKARTA, KAIDAH.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya, untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube Liputan6, Kamis, 19 Maret 2026, yang dimoderatori Hasan Nasbi.
Dalam diskusi itu, Najwa Shihab menanyakan tentang Andrie Yunus yang mengalami luka bakar serius hingga hampir 20 persen, serta kerusakan pada kornea mata kanan. Ia juga menyinggung penilaian sejumlah pihak, termasuk pemerintah dan DPR, yang menyebut kasus ini bukan sekadar tindak kriminal, melainkan serangan terhadap demokrasi.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyatakan sepakat, dan menyebut aksi tersebut sebagai bentuk teror.
“Ini terorisme. Tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut, bukan hanya pelaku lapangan, tetapi siapa yang menyuruh dan siapa yang membayar,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menegaskan, tidak akan ada perlindungan bagi pelaku, termasuk jika melibatkan aparat negara. “Yang berseragam tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas,” katanya.
Namun demikian, Presiden Prabowo juga mengingatkan, kemungkinan adanya provokasi atau skenario tertentu di balik peristiwa tersebut. Presiden menyinggung konsep false flag operation, yakni tindakan yang sengaja dilakukan untuk menyudutkan pihak tertentu.
“Ada peristiwa yang dibuat seolah-olah untuk menggiring opini. Itu ada dalam dunia intelijen,” ucap Presiden.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran public, terkait menyempitnya ruang kebebasan berpendapat. Najwa menyinggung sejumlah kasus yang menimpa individu-individu kritis dalam setahun terakhir, yang dinilai memunculkan persepsi adanya intimidasi terhadap suara kritis.
Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo menolak anggapan bahwa pemerintah membatasi kebebasan berekspresi. Ia justru menyoroti maraknya penyebaran hoaks di ruang digital yang menurutnya masih berlangsung tanpa pembatasan ketat.
Presiden menegaskan, dirinya ingin membangun pemerintahan yang bersih dan beradab, termasuk institusi penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan intelijen.
“Saya ingin membangun Indonesia yang beradab. Pemerintah yang bersih, polisi yang bersih, jaksa yang bersih, intelijen yang bersih,” tegasnya.
Ia juga memastikan telah menginstruksikan apparat, untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, meski tidak menetapkan tenggat waktu khusus. Prabowo membuka kemungkinan pembentukan tim independen, dengan catatan tetap menjaga objektivitas.
“Saya minta diusut sampai aktornya. Kita bisa pertimbangkan tim independen,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan jaminannya, tidak boleh ada warga negara yang diintimidasi atau diteror, karena menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
“Tidak boleh. Saya menjamin,” tandas Presiden Prabowo. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan