Apakah ini akan menjadi strategi jitu? Apakah tiga pemain baru ini mampu mencetak gol pertumbuhan bagi Darma Henwa? Atau justru pertandingan baru saja dimulai?

GOOOOOLLLL!!! PT Darma Henwa Tbk atau DEWA kembali menggebrak pasar! Kali ini bukan satu, bukan dua, tapi langsung tiga pemain baru diturunkan ke lapangan bisnis. Dan mereka resmi masuk pertandingan pada 17 Juli 2026.

Siapa saja mereka?

  1. Ada PT DH Listrik
  2. Ada PT Infrastruktur
  3. Dan yang terakhir, PT DH Arunaka Hospitality

Wah, ini strategi menyerang yang sangat berani dari DEWA!

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, mengatakan pendirian tiga anak usaha baru ini, merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha dan investasi perseroan.

Artinya apa, Bung?

DEWA sedang memperlebar lapangan permainan.

Bukan hanya bertahan di sektor yang selama ini digeluti, kini DEWA mencoba menusuk dari tiga sisi sekaligus: kelistrikan, infrastruktut, dan hospitality.

Kita mulai dari pemain pertama:

PT DH Listrik

Pemain ini akan bergerak di sektor pembangkitan tenaga listrik, penyediaan tenaga listrik dalam satu kesatuan, serta berbagai aktivitas penunjang ketenagalistrikan lainnya.

Dan lihat komposisi kepemilikannya: 99.90 persen dikuasai PT DH Investintindo. Sementara PT Cipta Prima memegang 0,10 persen.

Dominasi yang luar biasa. Tapi tunggu dulu. Serangan belum berhenti.

Masuk pemain kedua:

PT DH Infrastruktur.

Pemain yang satu ini disiapkan untuk menguasai lini kepelabuhanan laut, pergudangan dan penyimpanan, angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan khusus, hingga jasa penunjang transportasi laut dan darat!

Sekali lagi, komposisi sahamnya sama: PT DH Investindo dengan 99,90 persen. Sedangkan PT Cipta Multi Prima dengan 0,10 persen.

DEWA benar-benar sedang membangun formasi baru.

Dan inilah pemain ketiga:

PT DH Arunika Hospitality.

Ini sektor yang berbeda. Anak usaha ini akan bermain di lini manajemen akomodasi, perhotelan, jasa boga, penyediaan makanan, layanan kebersihan, konsultasi manajemen dan bisnis pariwisata, konsultasi perdagangan, hingga penyediaan tenaga kerja sementara.

Dan lagi-lagi, 99,90 persen. DEWA menguasai mayoritas saham, sedangkan 0,10 persen sisanya dimiliki PT Cipta Multi Prima.

Tiga pemain sudah diturunkan!

Tiga sektor sudah dibidik: Kelistrikan, infrastruktur, dan hospitality. DEWA kini memainkan formasi menyerang dengan membuka tiga lini bisnis sekaligus.

Apakah ini akan menjadi strategi jitu? Apakah tiga pemain baru ini mampu mencetak gol pertumbuhan bagi Darma Henwa? Atau justru pertandingan baru saja dimulai?

Kita tunggu babak berikutnya. Yang jelas, satu hal sudah pasti: Dewa sudah menendang bola, dan bola ekspansi bisnis sudah bergulir. (*)

(Ruslan Sangadji)