Gubernur Anwar Hafid hanya dua gol untuk Argentina. Spanyol? Masih misterius! Wah, ini namanya prediksi setengah lapangan. Argentina sudah ditempatkan di depan gawang, tetapi skor Spanyol belum berani disebutkan

FINAL PIALA DUNIA 2026 antara Spanyol dan Argentina, yang akan berlangsung 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB atau 03.00 WITA, dipastikan menjadi laga yang paling ditunggu jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Termasuk di grup Tuaka untuk Negeri.

Namun, sebelum Lionel Messi dan kawan-kawan berhadapan dengan Lamine Yamal dan kawan-kawan di lapangan hijau, pertandingan lain sudah lebih dulu berlangsung.

Pertandingan itu terjadi di Grup WhatsApp Tuaka untuk Negeri.

Dengan sekitar 120 anggota yang berasal dari berbagai kalangan, mulai pejabat daerah, pejabat pusat, politisi, akademisi, pengusaha, jurnalis hingga tokoh masyarakat, grup tersebut berubah menjadi arena baku gara menjelang final.

Kubu Argentina dan Spanyol saling melempar dukungan.

Kalau ini pertandingan sepak bola, peluit kick-off memang belum dibunyikan. Tetapi baku gara alias perang urat saraf sudah dimulai.

Gubernur Masih Was-Was, Wakil Ketua MPR RI Bilang Tidak Menarik Tanpa Ronaldo

Di kubu Argentina, ada Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang sejak awal tidak ragu memberikan dukungan kepada Lionel Messi dan Argentina.

Menurut Anwar Hafid, Argentina merupakan tim dengan mental juara. Tim dengan mental juara, katanya, akan terus berusaha dalam kondisi apa pun.

“Saya tidak pernah meragukan Messi dan Argentina. Messi dan Argentina mental juara. Orang yang mental juara itu, dalam kondisi apa pun akan tetap berusaha. Militansinya kuat. Saya yakin Argentina juara, skornya 2,” kata Anwar Hafid.

Menariknya, Anwar hanya menyebut Argentina mencetak dua gol.

Lalu berapa gol Spanyol?

Nah, di sinilah baku gara menjadi menarik.

Gubernur Anwar Hafid ternyata tidak menyebut skor untuk rival Argentina. Apakah ini tanda keraguan?

Jangan-jangan Gubernur masih menyimpan rasa waswas terhadap Lamine Yamal dan kawan-kawan.

Atau jangan-jangan, Gubernur Anwar sebenarnya belum BERANI memastikan berapa gol yang akan dicetak Spanyol. Sebab, kalau memang sudah sangat yakin Argentina menang, seharusnya skor lengkap bisa disebutkan.

Argentina berapa?

Spanyol berapa?

Tapi yang keluar hanya angka dua untuk Argentina. Spanyol? Masih misterius! Wah, ini namanya prediksi setengah lapangan. Argentina sudah ditempatkan di depan gawang, tetapi skor Spanyol belum berani disebutkan.

Kubu Spanyol tentu saja bisa tersenyum.

Sebab, dalam pertandingan sepak bola, ketika lawan hanya berani menyebut jumlah gol timnya sendiri, tetapi tidak berani menyebut skor lawan, selalu ada ruang untuk membaca bahwa pertandingan belum benar-benar selesai.

Namun, dukungan kepada Argentina tidak hanya datang dari Gubernur Anwar Hafid.

Wakil Ketua MPR RI Abcandra M. Akbar Supratman juga yakin Argentina akan menjadi kampiun. Namun, menurut Akbar Supratman, ada satu hal yang membuat final kali ini terasa kurang menarik.

Cristiano Ronaldo tidak ada.

“Tidak asyik baku gara, karena tidak ada Ronaldo,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris PT Darma Henwa Tbk Wisnu W. Pettalolo sekaligus Komisaris PT Citra Palu Minerals, juga berdiri kokoh di belakang Argentina.

Menurutnya, Argentina pasti menjadi juara. “Tidak ada yang bisa meragukan itu,” katanya.

Di barisan pendukung Argentina, Yardin Hasan, anggota tim PKA Sulteng, juga ikut memberikan dukungan. Tapi tidak berani berbeda dengan Gubernur. Ia bahkan mengajak para pendukung menyaksikan pertandingan final melalui acara nonton bareng di Bungku Pesisir, Morowali.

Vamos Argentina,” ujarnya.

Serangan Balik Pendukung Spanyol

Namun, jangan kira kubu Spanyol akan tinggal diam. Serangan balik segera dilancarkan.

Akademisi Universitas Tadulako, Suparman, tetap kukuh dengan pilihannya. Ia yakin Spanyol akan mempermalukan Argentina di final.

Bahkan, ia menyarankan pendukung Argentina menyiapkan obat maag.

Bukan tanpa alasan.

Menurut Suparman, kekalahan Argentina nanti bisa membuat pendukungnya mengalami kenaikan asam lambung. “Berdoa bae-bae, mo tapalaka Argentina,” kata Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi Untad Palu ini.

Serangan Suparman tersebut tentu saja menjadi salah satu bumbu paling menarik dalam baku gara di grup Tuaka untuk Negeri.

Kalau di lapangan ada perang taktik, di grup yang jauh dari Amerika Serikat, ada perang psikologis.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu UIN Datokarama Palu, Sofyan Bahmid, juga ikut menyemarakkan persaingan. Ia menulis kalimat singkat: “Argentina berani kalah.”

Postingan tersebut menjadi bagian dari baku gara dengan Gubernur Anwar Hafid. Dari kalimat itu, dukungan Sofyan kepada Spanyol tampaknya semakin jelas.

Sementara itu, Hengky Idrus dari Parigi Moutong menyebut para pendukung Belanda, Prancis, dan Inggris kini bersatu mendukung Spanyol. Mereka memang tidak berada di final. Tetapi dukungan mereka kini diarahkan kepada satu tim. Spanyol.

Menariknya, dukungan kepada Spanyol juga datang dari Guru Besar Untad Muhd. Nur Sangadji. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pendukung setia Prancis. Namun, untuk final kali ini, pilihannya berubah. Spanyol.

Alasannya berkaitan dengan faktor sejarah antara Spanyol dan Tidore, Maluku Utara. Apalagi, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia disebut lahir di Mareku, Tidore, yang merupakan kampung nenek moyang Muhd. Nur Sangadji.

“Ini yang mengharuskan saya mendukung Spanyol,” ujarnya.

Pengusaha Sulteng di Jakarta, Yanwar Mangitung berani menyebut skor Spanyol 2 dan Argentina 1. Begitu juga dengan pejabat di Kemendagri, Noval Labadjo. Ia seirama, Spanyol juara.

Dengan demikian, pertandingan di Grup Tuaka untuk Negeri semakin menarik.

Di satu sisi ada Argentina dengan Lionel Messi dan mental juaranya.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Abcandra M. Akbar Supratman, Wisnu W. Pettalolo hingga Yardin Hasan berdiri di belakang La Albiceleste.

Di sisi lain, Spanyol mendapat dukungan dari Suparman, Sofyan Bahmid, Hengky Idrus dan Muhd. Nur Sangadji.

Bahkan, kubu Spanyol seolah mendapat tambahan pemain dari para pendukung Belanda, Prancis dan Inggris yang gagal melihat tim kesayangannya tampil di final.

Kini tinggal menunggu pertandingan sesungguhnya. Apakah Argentina akan membuktikan mental juaranya? Ataukah Spanyol benar-benar akan membuat pendukung Argentina mencari obat maag?

Dan satu pertanyaan lagi yang belum terjawab: Kalau Argentina benar-benar menang dua gol, berapa skor akhirnya? Sebab, Gubernur Anwar Hafid hanya menyebut Argentina mencetak dua gol. Sementara skor untuk Spanyol masih dirahasiakan. Mungkin karena yakin Argentina menang telak.

Atau… Jangan-jangan karena masih ada sedikit keraguan? Bola masih bundar. Lamine Yamal dan kawan-kawan belum menyerah. Lionel Messi dan kawan-kawan juga belum mengangkat trofi.

Peluit kick-off segera berbunyi. Baku gara di grup mungkin akan berakhir. Tetapi siapa tahu, setelah pertandingan selesai, akan muncul babak tambahan.

Dan kalau prediksi Gubernur Anwar Hafid benar… Kubu Argentina akan berpesta. Namun kalau Spanyol ternyata mencetak lebih banyak gol?

Nah… Itulah saatnya Ketua Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Pencipta, Andi Mulhanan Tombolotutu menagih kembali skor yang tidak berani disebutkan Gubernur Anwar Hafid.

Pertandingan segera dimulai.

Argentina sudah siap.

Spanyol juga siap.

Tinggal menunggu peluit wasit.

Dan tentu saja…

Menunggu skor Spanyol yang masih misterius. (*)

(Ruslan Sangadji)