Apa pun hasilnya, sepak bola dunia akan menjadi pemenang, karena kita menyaksikan duel dua kekuatan besar: kolektivitas Spanyol menghadapi pengalaman dan sentuhan magis Messi bersama Argentina.
JAKARTA, KAIDAH.ID – Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, yang akan digelar di Amerika Serikat menjadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia. Sejumlah tokoh turut memberikan prediksi mereka mengenai pertandingan puncak tersebut, salah satunya Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Darmawan.
Ossy mengaku sejak awal turnamen menjagokan Prancis. Namun setelah tim tersebut tersingkir, dukungannya beralih kepada Spanyol.
“Kalau hati saya sebenarnya sejak awal mendukung Prancis. Namun karena Prancis sudah tersingkir, di final ini saya cenderung mendukung Spanyol,” kata Ossy Darmawan.
Selain dikenal sebagai pejabat pemerintahan, Ossy juga memiliki ketertarikan besar terhadap dunia olahraga, khususnya sepak bola dan bola voli. Ia bahkan dipercaya menjadi manajer tim bola voli profesional LavAni, klub milik Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berlaga di kompetisi Proliga.
Menurut Ossy, Argentina tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya, karena datang sebagai juara bertahan dengan pengalaman dan mental juara yang kuat.
“Argentina adalah juara bertahan, memiliki pengalaman, mental juara, dan pemain-pemain berkualitas. Mereka tetap sangat berbahaya. Tetapi harus diakui, Argentina masih cukup banyak bersandar pada Messi,” katanya.
Ia juga menilai kekuatan utama Spanyol, terletak pada permainan kolektif yang konsisten sepanjang turnamen.
“Spanyol memang jagonya. Mereka tampil sangat konsisten, disiplin, terorganisasi, dan tidak bergantung kepada satu pemain. Kekuatan mereka tersebar di setiap lini, ditopang oleh generasi muda yang berani, cepat, dan matang,” jelasnya.
Meski lebih mengunggulkan Spanyol, Ossy menegaskan peluang kedua tim tetap terbuka, karena laga final memiliki karakter yang berbeda dibanding pertandingan lainnya.
“Saya melihat peluangnya sekitar 55 berbanding 45 untuk Spanyol. Tapi ini final Piala Dunia. Pengalaman, ketenangan, dan mental sering kali lebih menentukan daripada statistik,” ujarnya.
Ia berharap, pertandingan berlangsung menarik dan menjadi tontonan berkualitas bagi para pencinta sepak bola di seluruh dunia.
“Apa pun hasilnya, sepak bola dunia akan menjadi pemenang, karena kita menyaksikan duel dua kekuatan besar: kolektivitas Spanyol menghadapi pengalaman dan sentuhan magis Messi bersama Argentina,” tutup Wamen ATR/BPN, Ossy Darmawan.
Penulis: Tommy R. Arief
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan