Bagi Gubernur Anwar, keberanian adalah kekuatan.
“Orang berani susah dilawan,” ujarnya

PARIGI, KAIDAH.ID – Di tanah itu, seorang putra terbaik bangsa beristirahat untuk selamanya.
Namanya Raja Tombolotutu.
Pahlawan Nasional dari Sulawesi Tengah itu dimakamkan di Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong.

Di tempat itu pula, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak masyarakat mengingat kembali jejak perjuangannya.

“Mari kita ingat, bahwa di sini, di tanah inilah telah beristirahat untuk selamanya seorang putra terbaik bangsa yang ada di Sulawesi Tengah ini,” kata Gubernur Anwar Hafid.

Gubernur menyampaikan itu, saat berziarah ke makam Tombolotutu, sekaligus melakukan zikir akbar, pada momentum Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Bagi Gubernu Anwar Hafid, Tombolotutu adalah mutiara yang dimiliki Sulawesi Tengah.
Mutiara itu berada jauh di pelosok desa.
Tetapi cahaya perjuangannya menembus zaman.

Tombolotutu masih sangat muda ketika memilih jalan perjuangan.
Usianya sekitar 20 tahun.
Namun pikirannya sudah jauh ke depan.
Ia tidak ingin anak cucunya hidup di bawah penjajahan bangsa lain.

“Masih berusia 20 tahun sudah berjuang memikirkan anak cucunya. Tidak boleh dijajah. Saya tidak mau anak cucu saya dijajah oleh bangsa lain,” kata Gubernur Anwar Hafid dalam pidatonya.

Keberanian itulah yang menurut Anwar patut diteladani.
“Dan itu yang saya contoh. Beraninya itu,” katanya.

Bagi Gubernur Anwar, keberanian adalah kekuatan.
“Orang berani susah dilawan,” ujarnya.

Karena itu, ia ingin semangat Tombolotutu tidak berhenti sebagai cerita sejarah.
Jejaknya harus dirawat.
Makamnya juga harus ditata.

Instruksikan Tata Lokasi Pemakaman

Anwar meminta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat.

Jalan menuju makam harus diperbaiki.
Akses masuk harus diaspal.
Kawasan makam harus ditata dengan baik.

Targetnya jelas.
Saat masyarakat kembali datang pada 2027, kawasan makam Tombolotutu sudah jauh lebih baik.

“Tata lokasi ini dengan baik. Aspal jalan masuk ke pemakaman. Sehingga tahun depan kita datang upacara, tempat ini sudah sangat bagus,” tegas Gubernur Anwar.

Ia bahkan menyebut perangkat daerah yang harus bertanggung jawab.
Dinas Pekerjaan Umum, Cikasda, dan Dinas Sosial.

“Nah, yang bertanggung jawab ini Dinas PU, Cikasda dan Dinas Sosial. Komiu urus ini cepat,” katanya memberi instruksi.

Gubernur Anwar ingin makam Tombolotutu bukan sekadar tempat ziarah.
Tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah.
Tempat generasi muda belajar tentang keberanian.
Tentang pengorbanan.
Dan tentang kecintaan kepada Tanah Air.

Dari makam Tombolotutu, Gubernur Anwar kemudian mengajak masyarakat, dapat melanjutkan penghormatan kepada tokoh-tokoh besar Sulawesi Tengah.

Minta Didoakan Guru Tua Jadi Pahlawan Nasional

Ia juga meminta dukungan masyarakat, untuk perjuangan mengantarkan Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua menjadi Pahlawan Nasional.

Jika berhasil, kata Anwar, deretan putra terbaik Sulawesi Tengah yang berjasa bagi bangsa dan negara akan semakin panjang.

“Semakin banyak deretan orang-orang yang berjasa bagi bangsa dan negara dari Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Apresiasi Keturunan Tombolotutu

Keturunan keempat Raja Tombolotutu, Datu Wajar Lamarauna, menyambut baik perhatian pemerintah.

Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, perhatian terhadap makam Tombolotutu menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa leluhurnya.

Datu Wajar juga mendoakan Gubernur Anwar Hafid, Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong agar diberi umur panjang.

Ia juga berharap kepemimpinan mereka dapat terus berlanjut.

Lebih dari itu, ia berharap kehadiran nama besar Tombolotutu sebagai Pahlawan Nasional, membawa dampak bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Sebab, seorang pahlawan bukan hanya tentang masa lalu.
Warisan perjuangannya harus hidup di masa kini.
Dan menjadi keberanian bagi generasi yang akan datang. (*)

(Ruslan Sangadji)